12 Mayat Korban Helikopter Mi-17 yang Hilang Ditemukan di Papua

12 Mayat Korban Helikopter Mi-17 yang Hilang Ditemukan di Papua – Militer Indonesia telah menemukan mayat 12 korban yang telah menerbangkan helikopter Mi-17 yang hilang pada Juni tahun lalu, tak lama setelah lepas landas dari bandara di distrik Oksibil di Kabupaten Pegunungan Bintang di Papua.

Sebuah tim pemulihan dari Batalyon Infantri Banteng Raider (Yonif Raider) Komando Militer Cendrawasih (Kodam) di Papua berhasil mencapai lokasi sekitar tengah hari pada hari Jumat dan menemukan mayat-mayat itu di antara puing-puing.

Komando Resort Militer (Korem) 172 atau komandan PVY Kol. Binsar Sianipar, yang merupakan koordinator tim pemulihan, mengatakan tim tiba di lokasi reruntuhan setelah hiking sekitar lima jam dari base camp yang mereka bangun pada hari Kamis.

“Kami dapat mengidentifikasi sembilan mayat dari pakaian dan atribut mereka, sementara tiga lainnya masih memerlukan identifikasi lebih lanjut,” kata Binsar dalam pernyataan media yang dikeluarkan oleh Kodam Cendrawasih.

Binsar mengatakan bahwa semua 12 mayat akan menjalani pemeriksaan identifikasi dari tim medis. Namun, karena cuaca buruk dan medan yang sulit, tim tidak dapat segera memulihkan tubuh.

“Kami berencana memulai proses pemulihan besok Sabtu. Tim akan membawa mayat ke titik yang bisa dijangkau oleh helikopter kami, ”tambah Binsar.

Helikopter MI-17 yang dimiliki Angkatan Darat hilang pada 28 Juni 2019, pukul 11.49 pagi. Pesawat itu membawa 12 orang, termasuk awaknya, dan hilang ketika terbang ke Okbibab dari Oksibil untuk mengirimkan pasokan ke tentara yang ditempatkan di sana.

Binsar mengatakan para komandan dan prajurit Kodam Cendrawasih menyatakan belasungkawa mereka yang terdalam kepada keluarga para prajurit yang telah meninggal saat menjalankan tugas mulia di Papua.

Komandan Cendrawasih Kodam Mayjen Herman Asaribab mengatakan ia memuji semua pihak yang telah membantu proses pencarian helikopter MI-17 dan siap memulihkan tubuh para korban.

“Hari ini, kita harus berterima kasih atas penemuan 12 mayat korban MI-17 yang dinyatakan hilang pada Juni tahun lalu,” kata Herman kepada wartawan di Jayapura, Jumat.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Pegunungan Bintang Costan Oktemka dan semua pejabat setempat, serta masyarakat dan pemimpin agama kabupaten, terutama yang berada di distrik Oksop, atas bantuan dan kerjasama mereka sebelum penemuan para korban.

Secara khusus, Herman menyatakan kebanggaan dan rasa hormat kepada para prajurit yang telah bekerja tanpa lelah dalam merencanakan, mempersiapkan dan melaksanakan misi pencarian dan penyelamatan (SAR) di medan yang sulit.

“Karena medan yang ekstrem, apa yang dilakukan tentara tidak mudah. Bahkan, tugas ini mempertaruhkan keselamatan mereka. Saya sangat bangga dengan dedikasi para prajurit yang terlibat dalam misi ini, ”katanya.

Herman menambahkan bahwa pemulihan jenazah akan dimulai pada hari Sabtu ketika dua helikopter Bell 212 dari Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) dan PT Intan Angkasa akan dikerahkan.