2 Biarawati Diketahui Hamil saat Melakukan Tugas di Afrika

2 Biarawati Diketahui Hamil saat Melakukan Tugas di Afrika – Dua biarawati asal Afrika dan berasal dari ordo yang berbeda di Sisilia, Italia, dilaporkan tengah hamil saat menjalankan misi yang berbeda. Salah satu Biarawati berusia 34 tahun bernama Messina dan berbasis di sebuah kapel Militello Rosmarino, Messina mengetahui dirinya hamil saat melakukan pemeriksaan di rumah sakit setelah ia mengeluh sakit di bagian perut. Sedangkan biarawati kedua yang berbasis di sebuah kapel di Ispica, Ragusa juga mengetahui dirinya hamil. Ia dikenal sebagai biarawati senior yang merawat para lansia.

Diketahui bahwa para biarawati merupakan seseorang yang suci tidak boleh melakukan pernikan apalagi perzinahan. Belum tau apa yang menyebabkan para biarawati itu melanggar peraturan yang ada. Gereja Katolik akan menginvestigasi dua biarawati yang hamil selama melakukan perjalanan misi mereka di Afrika. Penyelidikan itu karena mereka sudah melanggar aturan kesucian yang ketat.

Anggota dewan kesehatan Sisilia, Ruggero Razza, menuturkan ia akan mengadakan investigasi internal untuk menemukan bagaimana kabar kehamilan itu bisa diketahui publik. Ia juga mengungkapkan solidaritas kepada biarawati maupun ordo mereka.

“Saya harap dapat mengungkapkan solidaritas saya pertama-tama kepada semua biarawati dan kepada masing-masing ordo. Saya merasa hal ini tidak adil bahwa berita tersebut seharusnya tetap dalam privasi pejabat dewan kesehatan telah diketahui publik,” ujar Razza dalam unggahan Facebook miliknya.

Gubernur Kota Militello Rosmarino, Salvatore Riotta, mengatakan ia mengetahui salah satu biarawati dengan baik dan menyesalkan bocornya pemberitaan tersebut.

“Ada penyesalan terhadap apa yang telah terjadi. Masyarakat kami yang terdiri dari 1.200 orang bingung dengan cara sebagian orang yang memperlakukan kabar itu sebagai rahasia, bukan sebagai sesuatu yang seharusnya ada,” katanya. Ia menambahkan bahwa biarawati yang disukai semua orang itu telah mengambil sumpah kurang dari setahun yang lalu.

Pada awal tahun ini, Paus Fransiskus mengakui untuk pertama kalinya bahwa Gereja Katolik sedang mengalami masalah yang berkelanjutan terkait pendeta dan uskup yang melakukan kekerasan seksual terhadap biarawati. Untuk kasus ini, tidak ada informasi lebih lanjut mengenai adanya dugaan kedua biarawati itu mengalami kekerasan.

Ia kemudian menjelaskan bahwa ada beberapa biarawati yang dijadikan budak seks dan mengakui ada banyak solusi dan tindakan preventif yang seharusnya dilakukan. “Ini benar, ada beberapa pendeta bahkan uskup yang melakukan hal ini. Saya pikir masalah ini masih terus berlanjut karena ada sesuatu yang tidak berhenti hanya karena Anda telah menyadari. Kami telah berupaya menyelesaikan untuk waktu yang lama. Kami telah memberhentikan beberapa pendeta karena ini,” katanya kepada Associated Press saat ditemui di Vatikan pada Februari lalu.

Surat kabar Gazetta del Sud kemudian melaporkan penyelidikan terhadap kasus itu akan membuat kedua perempuan dapat memilih untuk meninggalkan Ordo dan merawat anak mereka. Biarawati berusia 34 tahun memilih untuk pindah ke ordo lain di Palermo dan biarawati senior itu memutuskan pulang ke Madagaskar.