5 Hal yang Dapat Kamu Lakukan agar Tidak Merasa Lesu dan Kelelahan

5 Hal yang Dapat Kamu Lakukan agar Tidak Merasa Lesu dan Kelelahan – Mengantuk adalah hal yang sangat biasa yang dapat kita rasakan. Namun selalu merasa lesu dan kelelahan dapat disebabkan oleh stress, rasa sakit, atau pilihan gaya hidup yang buruk dan tidak teratur. Rasa lelah yang berkepanjangan biasanya datang dengan rasa letih dan juga lesu.

Apabila letih dan lesu terus dibiarkan, hal ini dapat menganggu produktivitas. Konsenstrasi juga dapat rusak karena tubuh yang tidak siap diajak beraktivitas. Sebenarnya ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan, agar tidak terus-menerus merasa kelelahan dan terlihat lesu. Berikut di antaranya:

Mencari tahu apakah kamu lelah atau mengantuk

“Sangat penting untuk mengetahui bahwa ada perbedaan antara kelelahan dan ngantuk,” kata Hugh Selsick, ketua Sleep Working Group di Royal College of Psychiatrists.

Kelelahan adalah, saya kurang energi dan konsentrasi, saya sangat mudah tersinggung. Saya tidak termotivasi. Kantuk, bagaimanapun adalah saya berjuang untuk tetap terjaga. Ketika saya duduk di bus saya dapat tertidur.

“Kantuk biasanya merupakan tanda gangguan tidur atau kurang tidur, sedangkan kelelahan itu dapat disebabkan oleh banyak sekali hal seperti stress, rasa sakit, anemia, atau masalah hormon yang paling umum,” tambahnya.

Apabila kamu memiliki masalah dengan tidur, Selsick merekomendasikan untuk mendapatkan bantuan spesialis melalui dokter umum.

Tolak berbagai godaan

Kebiasaan menonton televisi atau apapun sampai larut malam dan tidak lagi memperhatikan waktu tidur dapat membuat kita menjadi lesu pada 16 jam keesokan harinya. Sedangkan tambahan waktu tidur sepanjang 30 menit, dapat membuat kamu merasa lebih baik.

“Memberikan tambahan waktu 30 menit di tempat tidur, lima malam seminggu, dapat membuat perbedaan yang sangat signifikan, meskipun tidak secara instan memberikan efek. Karena apabila kamu memiliki hutang tidur, tentunya memerlukan waktu untuk melunasi hutang tersebut,” kata Selsick.

Dia merekomendasikan untuk mencoba cara ini secara konsisten selama sebulan, apabila tidak ada perubahan dan tidak kunjung merasa lebih baik, maka tidur mungkin bukanlah masalahmu dan kamu perlu menyelidikinya lebih lanjut.

Orang dewasa juga perlu melakukan rutinitas sebelum tidur

Seorang Profesor yaitu Prof Martin Marshall, ketua Royal College of GPs memberikan saran lain yaitu tidak mengkonsumsi alkohol, nikotin, kafein dan juga stimulan lainnya sebelum tidur dan jangan banyak makan pada malam hari.

Hindarkan juga diri dari paparan sinar biru dari televisi maupun perangkat digital lainnya.

“Menonton TV dan menggunakan perangkat digital seperti ponsel cerdas dan tablet juga dapat untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebaiknya kamar tidurmu dengan kondisi yang ramah tidur, gelap, sunyi maupun rapi. Hal ini pastinya sangat efektif,” kata Marshall.

Selain itu kamu juga dapat berolahraga untuk memperbaiki waktu tidurmu. Selain itu, olahraga juga dapat membuatmu mengurangi stress dan membuatmu semakin berenergi.

Jangan biarkan ponsel membangunkanmu

Telepon yang berdending ataupun menyala di malam hari adalah ancaman tidur. Sebenarnya sangatlah wajar apabila kita bangun beberapa kali di malam hari.

“Itu yang menghentikan nenek moyang kita dimakan oleh pemangsa,” katanya.

“Kami bangun dan memeriksa lingkungan kami dan kembali tidur. Namun yang sering kita lihat di laboratorium tidur adalah orang-orang bangun, dan hal pertama yang mereka lakukan adalah meraih ponsel. Itu membuat mereka terjaga untuk waktu yang lebih lama di malam hari,” tambah Selsick.

Apabila kamu masih bersikeras untuk tetap membawa ponsel ke tempat tidur untuk digunakan sebagai alarm atau dalam keadaan darurat, sebaiknya letakkan ponsel jauh dari jangkuan. Hal itu dilakukan agar kamu tidak meraihya kembali untuk memainkannya dan terjaga di malam hari

Konsumsi protein setiap kali makan besar ataupun ngemil

Mengkonsumsi makanan yang mengandung protein dapat menjadi pilihan. Karena protein dapat membantu menjaga keseimbangan gula darah.

“Ini tentu saja akan sangat membantu kamu untuk menghindari kekurangan energi pada sore hari. Dan makanan yang kaya protein juga sering mengandung zat besi, bonus tambahan untuk yang menderita anemia,” kata terapis gizi terdaftar, Jackie Lynch.

“Makanan seperti daging, ikan, telur, kacang-kacangan, dan biji-bijian adalah sumber protein yang sangat baik bagi tubuh,” tambah Lynch.