Anjing Militer yang Kejar Pemimpin ISIS Mendapat Penghargaan Diundang ke Gedung Putih

Anjing Militer yang Kejar Pemimpin ISIS Mendapat Penghargaan Diundang ke Gedung Putih – Seekor anjing militer jenis Belgian Malinois bernamakan Canon yang mengejar Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi dalam operasi pasukan khusus Amerika Serikat untuk menangkap pemimpin ISIS mendapat kehormatan dengan diundang ke Gedung Putih. Anjing militer tersebut berperan untuk mengejar target yaitu Abu Bakar al-Baghdadi hingga sebuah di sebuah terowongan buntu di Suriah.

Conan mengejar Abu Bakar al-Baghdadi hingga ke ujung terowongan ketika dia dan Pasukan Delta menyerangnya di desa Barisha, 26 Oktober lalu. Dilansir AFP Kamis (31/10/2019), Pemimpin ISIS itu tewas setelah mengaktifkan bom bunuh diri yang meruntuhkan terowongan dan melukainya. Idlib. Al-Baghdadi, sebagaimana dikonfirmasi Trump, tewas bersama para istri dan tiga anaknya setelah meledakkan rompi bom bunuh diri ketika hendak didekati pasukan khusus dan anjing militer AS.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membenarkan mengundang anjing itu melalui sebuah unggahan di akun Twitternya pada Kamis (31/10). Tidak sampai hanya disitu, Turmp juga membeberkan identitas anjing yang sebelumnya dirahasiakan dari publik tersebut.

Akun Twitter POTUS (President of the United States) sebelumnya telah berbagi foto yang menunjukkan Trump memberikan medali pada anjing yang disebut-sebut oleh Trump sebagai “pahlawan Amerika”.

Informasi mengenai Conan Anjing militer jenis Belgian Malinois itu identitasnya tidak banyak diketahui publik. Perlu diketahui bahwa Anjing tersebut sudah dimanfaatkan oleh pasukan khusus SEALS milik Angkatan Laut untuk memburu pemimpin Al-Qaidah, Usamah bin Laden. Catatan misi Conan pun tidak main-main, bahkan Kepala Komando Pusat AS, Jenderal Kenneth McKenzie, mengakuinya dengan menyebutkan anjing tersebut telah mengikuti 50 misi tempur dalam empat tahun terakhir.

Di samping itu dengan mengumumkan identitas Conan memicu berbagai kritik dari pakar keamanan. Para pakar keamanan menyebutkan bahwa dengan terungkapnya identitas anjing militer tersebut justru membahayakan.

“Bagi mereka yang bercanda dengan anjing yang dirahasiakan, sebenarnya ada alasan keamanan di belakangnya: Mengetahui nama anjing, Anda dapat menentukan pawangnya. Mengetahui sang pawang, Anda dapat mengetahui satuan. Jadi kesimpulannya jika sudah mengetahui satuannya, maka secara tidak disadari Anda dapat mengetahui unit pasukan mana yang terlibat dalam operasi itu,” kata seorang pengamat keamanan.