Awak Kabin Bersyukur atas Pemecatan Bos Garuda yang Disebabkan oleh Penyelundupan Harley-Davidson

Awak Kabin Bersyukur atas Pemecatan Bos Garuda yang Disebabkan oleh Penyelundupan Harley-Davidson – Serikat Pekerja Kabin Garuda Indonesia (Ikagi) telah berterima kasih kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir karena memecat Ari Askhara sebagai presiden direktur maskapai berbendera nasional setelah kasus penyeludupan yang diduga melibatkan eksekutif puncak maskapai.

“Kami dengan hormat menghargai keputusan Menteri BUMN Erick Thohir untuk memecat Ari Arskhara dari posisinya, dan kami juga mendukung respons cepat Pak Erick terhadap kasus penyeludupan Harley-Davidson, “kata ketua Ikagi Zaenal Muttaqin pada konferensi pers di Jakarta, Jumat.

“Selama menjabat sebagai direktur utama Garuda Indonesia, kinerjanya selalu kontroversial; Dengan demikian, itu telah merugikan penumpang dan karyawan, ”tambahnya.

Erick mengatakan pada hari Kamis bahwa ia akan memberhentikan Ari menyusul penemuan sepeda motor Harley-Davidson yang diselundupkan yang diselundupkan dan sepeda-sepeda kelas atas di atas Airbus A330-900 baru yang dikirim dari Prancis. Dia mengutip temuan komite audit bahwa sepeda motor klasik telah dipesan oleh seseorang yang diidentifikasi sebagai AA, inisial yang sama dengan Ari Askhara.

Zaenal mengklaim ini bukan tindakan kontroversial pertama oleh mantan bosnya. Yang lain termasuk dugaan manipulasi laporan keuangan 2018, keputusan untuk mem-ground-kan karyawan tanpa alasan yang jelas dan profesional, memaksa awak kabin bekerja ekstra tanpa waktu istirahat yang tepat dan mengubah rute penerbangan dengan cara yang menambah jam kerja bagi para kru.

Ari juga telah membentuk serikat awak kabin baru untuk menentang serikat yang ada, kata Zaenal.

“Pada penerbangan jarak jauh, misalnya, kami tidak menginap, tetapi hanya diberi waktu beberapa jam untuk transit,” kata Zaenal, menambahkan bahwa kebijakan itu menyebabkan kelelahan ekstrem.

“Karena itu, kami berterima kasih kepada Pak Erick karena memecatnya, tetapi ini belum final. Kami meminta pemerintah, dalam hal ini, menteri BUMN, untuk menyelidiki kasus ini, termasuk semua anggota dewan direksi, ”kata Zaenal.

Tahun ini, Garuda telah terlibat dalam beberapa insiden utama. Pada bulan Juni, Departemen Keuangan memerintahkan Garuda untuk menyajikan kembali laporan keuangan 2018 setelah penyelidikan oleh kementerian dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan bahwa laporan keuangan maskapai tidak memenuhi standar akuntansi.

Pada bulan Juli, maskapai ini diserang di media sosial karena melaporkan kepribadian YouTube Rius Vernandes dan pacarnya Elwiyana Monica ke Polisi Bandara Soekarno-Hatta karena tuduhan pencemaran nama baik berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Rius telah memposting di akun Instagram-nya sebuah foto dari menu tulisan tangan yang ditulis di selembar kertas yang diberikan kepadanya ketika dia sedang dalam penerbangan kelas bisnis Garuda ke Denpasar, Bali, pada 13 Juli.

Kasus ini menimbulkan kegemparan di media sosial, dan beberapa hari kemudian, pada 19 Juli, Serikat Pekerja Garuda Indonesia (Sekarga) mencabut laporan polisi yang telah diajukan terhadap Rius dan Elwiyana.

Zaenal menambahkan bahwa terlalu banyak tipuan yang tidak perlu telah diciptakan oleh Garuda selama kepemimpinan Ari, seperti musik live di penerbangan, perancangan ulang seragam awak kabin dan mengubah koper perjalanan mereka menjadi merek terkenal, sementara maskapai itu gagal mengatasi kesejahteraan karyawan. .

“Kami berharap bahwa, setelah Ari diberhentikan, presiden direktur dan dewan direksi Garuda Indonesia akan digantikan dengan angka ditandai dengan profesionalisme, integritas, dan sikap yang baik,” kata Zaenal.