Bahaya Anak Menonton Televisi Tanpa Orang Tua

Bahaya Anak Menonton Televisi Tanpa Orang Tua – Setiap harinya kita tidak pernah terhindar dari aktivitas menonton televisi. Menonton televisi sudah menjadi kebiasaan umum yang di lakukan setiap harinya dan sudah menjadi sahabat bagi anak -anak.

Menurut praktisi pendidikan keluarga, Adiyati F.R, televisi merupakan media pembelajaran bagi anak. Karena apa yang dilihat oleh anak di televisi merupakan kejadian berulang-ulang, sementara untuk belajar anak membutuhkan pengulangan.

Anak-anak sangat cepat menangkap apa yang sudah dilihatnya. Maka sangat bahaya jika anak menonton televisi tanpa adanya dampingan dari orang tua. Banyaknya tayangan televisi yang mengandung unsur-unsur kekerasan, pornografi, dan vulgarisme yang menjadikan alasan kita sebagai orang tua untuk tidak membiarkan anak menonton televisi sendirian.

Dampak Negatif Menonton Tv

Anak-anak yang sering menonton televisi membuat mereka mengalami kesulitan saat memperhatikan pembelajaran yang diberikan guru di sekolah. Hal ini terjadi karena anak sudah terbiasa dengan simulasi visual cepat di televisi.

Selain itu menonton televisi yang durasi waktunya cukup lama dengan gambar bergerak yang menarik perhatian sang buah hati akan menurunkan niat baca mereka. Ini karena anak menganggap gambar bergerak lebih menarik dibandingkan hanya membaca buku yang penuh dengan tulis-tulisan.

Hal buruk yang sangat kita khawatirkan sebagai orang tua adalah anak akan terpapar perilaku buruk yang dilihatnya di televisi. Karena banyak sekali tayangan televisi yang menampilkan adegan-adegan buruk yang diperankan setiap pemain. Kita sebagai orang tua harus pandai memilih siaran televisi yang bagus sesuai dengan usia anak kita. Jangan sampai tayangan di televisi memperngaruhi perkembangan psikolog anak.

Agar hal-hal buruk yang tidak kita inginkan terjadi kepada anak akibat dari menonton televisi kita dapat melakukan beberapa hal berikut:

  1. Jangan biarkan anak menonton televisi sebelum ia berangkat sekolah, karena anak akan terlalu asyik menonton televisi sehingga melupakan bahwa waktunya untuk sekolah sudah tiba.
  2. Pilihlah tontonan yang sesuai dengan usia anak dan siaran yang mendidik sekaligus menghibur. Kemudian jelaskan kepada anak berapa lama mereka harus menonton tayangan tersebut.
  3. Berikan anak kegiatan tambahan di luar sekolah misalnya berikan anak les musik, menari, bernyanyi, sehingga ia bisa mengembangkan bakatnya dan bisa menghabiskan waktunya untuk hal yang lebih bermanfaat.

Bukan hanya anak-anak yang dapat terpengaruh hal negatif oleh siaran televisi, kita sebagai orang tua juga dapat terpengaruh hal buruk, karena hal negatif yang ditayangkan di televisi tidak memandang usia, status sosial, keturunan, dan tingkat pendidikan. Jadi siapa saja dapat terpapar hal negatifnya.

Untuk mewujudkan hubungan yang baik dengan anak ada baiknya kita mengurangi waktu menonton televisi dan bisa menghabiskan waktu lebih bermanfaat dengan anak di ruang televisi atau kamar sambil berbincang-bincang dengan anak menanyakan seputaran aktivitas yang sudah dilakukannya di luar rumah. Sehingga hubungan anak dan orang tua tidak ada jaraknya lagi dan mereka bebas serta tidak takut lagi untuk mengutarakan isi hati mereka.