Beberapa Manfaat Berhenti Merokok yang Tidak Disadari

Beberapa Manfaat Berhenti Merokok yang Tidak Disadari – Kebiasaan untuk tetap merokok pernah dituding sebagai tersangka di balik banyak kasus kesehatan. Berbagai himbauan untuk berhenti merokok telah dilancarkan melalui beragam media. Termasuk, desain dari bungkus rokok sendiri telah dimodifikasi dengan gambar gusi berdarah, tenggorokan berlubang, atau jeroan tenggorokan yang mengeluarkan nanah

Peringatan akan risiko maupun dampak dari merokok juga telah didengungkan, bahkan ditulis pula di bungkus rongkok.

Namun, kesadaran untuk berhenti merokok tersebut tetap menjadi keputusan masing-masing setiap individu. Bahkan tanpa disadari berhenti merokok akan mendatangkan banyak manfaat. Apa saja itu?

Memperbaiki sirkulasi darah

Manfaat berhenti merokok salah satunya adalah dapat memperbaiki sirkulasi darah. Medical News Today melansir, bahwa setidaknya setelah 20 menit Anda berhenti merokok, detak jantung akan menurun dan kembali normal.

Lalu diikuti oleh tekanan darah yang menurun dan sirkulasi darah akan menjadi lebih baik. Hingga2-12 pekan Anda berhenti merokok, sirkulasi darah telah membaik. Disaat sirkulasi darah membaik maka aktivitas fisik tidak lagi terasa berat dan risiko penyakit jantung semakin kecil.

Kemampuan indra pengecap dan penciuman akan semakin baik

Harus diakui bahwa kebiasaan merokok membuat kemampuan pengecapan dan penciuman Anda menurun. Berhenti merokok akan membuat kemampuan kedua indra ini sedikit demi sedikit kembali menjadi normal.

Selam dua hari berhenti merokok, saraf-saraf tepi akan kembali tumbuh dan kemampuan pengecap dan [enciuman akan semakin meningkat.

Terbebas dari Sinusitis

Penelitian dan hasil yang diterbitkan pada 2017 dalam jurnal Otolaryngology, mengatakan bahwa peneliti tersebut menemukan apabila riwayat merokok dikaitkan dengan sinusitis kronis yang lebih parah. Sinusitis merupakan kondisi yang mengakibatkan hidung tersumbat, keluar cairan, dan juga merasakan sensasi mirip ditekan. Ternyata berhenti merokok bermanfaat untuk mengurangi risiko ataupun terbebas dari gejala sinusitis.

“Ini adalah berita yang sangat bagus karena sekarang kami memiliki data yang menyebutkan bahwa kesehatan pasien akan segera membaik termasuk sinus,” kata Ahmad R.Sedaghat, yang merupakan asisten dari profesor otolaringologi di Harvard Medical School.

Fungsi seksual tidak terganggu

Setiap rokok yang Anda bakar dapat menganggu fungsi seksual. Ini berlaku bagi pria dan wanita. Pada pria, merokok dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi alias impotensi.

Oliver Mollere, doketer di Ochsner Health Center, Louisiana berkata bahwa kebiasaan merokok dapat berpegaruh terhadap aliran darah ke penis.

Aliran darah ke penis memang sangat diperlukan untuk ereksi namun zat kimia pada rokok dapat ikut serta mempengaruhi. Hasil yang telah dipublikasikan di American Journal of Epidemiology mengungkapkan jika pria yang memutuskan berhenti merokok secara signifikan dapat membaik dari kondisi impotensi.

Sedangkan pada wanita, merokok dapat mengakibatkan penurunan lubrikasi pada vagina dan frekuensi orgasme.

Sistem imun menguat

Sistem imun yang kuat dapat menjauhkan Anda dari bermacam penyakit. Salah satu cara meningkatkannya adalah dengan berhenti merokok.

Berhenti merokok bermanfaat untuk meningkatkan sirkulasi darah, meningkatkan kadar oksigen dan, menurunkan peradangan atau inflamasi. Semua ini akan dapat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Risiko kanker rendah

Mungkin saja Anda pernah mendengar apabila rokok dapat meningkatkan risiko kanker paru. Akan tetapi kenyataanya, merokok pun juga dapat berkontribusi pada kanker kandung kemih.

Beberapa ahli percaya bahwa merokok dapat menumpuk bahan kimia yang berbahaya di urin dan merusak lapisan kandung kemih.

Mulut dan gigi bersih

Berhenti merokok, para perokok memiliki gigi kuning dan juga bau napas yang tidak sedap. Dengan berhenti merokok bermanfaat untuk membersihkan gigi dan juga mulut. Dalam seminggu berhenti merokok, efek ini akan terlihat. Tidak hanya bersih, mulut juga dapat jauh dari berbagai infeksi.