Beberapa Penyebab Kanker Paru-Paru Selain Merokok

Beberapa Penyebab Kanker Paru-Paru Selain Merokok – Ternyata bukan hanya para perokok aktif saja, kanker paru-paru juga dapat terjadi pada siapapun tentunya. Oleh karena itu, kenali beberapa penyebab kanker paru-paru selain kebiasaan merokok.

Dikutip dari majalah Very Well Health, 10-15 persen kanker paru-paru terjadi pada mereka yang bukan perokok. Dua pertiga diantaranya merupakan wanita.

Kanker paru-paru sendiri terjadi karena adanya pertumbuhan sel yang abnormal pada jaringan paru-paru. Pertumbuhan abnormal itu paling sering terjadi oleh karena kebiasaan menghirup bahan kimia berbahaya di udara.

Kali ini, kami akan sebutkan beberapa penyebab kanker paru-paru selain merokok dikutip dari berbagai sumber.

Gas radon

Gas radon menjadi salah satu penyebab utamanya. Paparan gas radon menyumbang sekitar 21 ribu kematian akibat kanker paru-paru pada setiap tahunnya. Hamir sekitar total 2.900 kematian di antaranya terjadi pada kategori non-perokok.

Radon dapat muncul secara alami di luar ruangan. Terkadang, radon terkonsentrasi dan terkumpul di rumah-rumah yang dibangun di atas tanah dengan endapan uranium alami. Penelitian menunjukkan bahwa risiko kanker paru-paru ditemukan lebih tinggi terjadi pada orang-orang yang tinggal bertahun-tahun di rumah yang terkontaminasi radon.

Paparan karsinogen di tempat kerja

Beberapa orang yang terpapar karsinogen (agen penyebab kanker) seperti arsenik, asbes, dan knalpot diesel di tempat kerja mereka.

Polusi Udara

Para peneliti telah menemukan dan menunjukkan bahwa polusi udara di dalam maupun di luar ruangan dapat berkontribusi pada kanker paru-paru. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah mengklasifikasikan dan mengatakan bahwa polusi udara sebagai zat yang bersifat karsinogen.

Walaupun demikian, risiko kanker paru-paru akibat paparan solusi udara disebut lebih rendah.

Perokok Pasif

Total sekitar 15-35 persen kanker paru-paru pada non-perokok disebabkan oleh paparan asap rokok, atau yang juga disebut sebagai asap pasif.

Ada dua jenis asap pasif. Pertama adalah sidestream smoke (yang lebih beracun). Asap ini secara tidak sengaja terhirup dari ujung rokok atau cerutu seseorang yang tengah menyala. Mainstream smoke adalah ketika seorang non-perokok menghirup asap yang diembuskan dari perokok aktif yang secra tidak sengaja masuk ke paru-parunya.

Aturan mengenai tentang larangan merokok di tempat umum dapat menekan risiko tersebut. Beberapa daerah yang terletak di Indonesia sendiri telah memiliki perda yang melarang aktivitas merokok di tempat-tempat tertentu.

Mengutip Health, beberapa kelompok perokok pasif lebih rentan terkena kanker paru-paru. Termasuk di antaranya mereka yang mulai terpapar asap rokok sejak masih anak-anak.

Radiasi dada

Seseorang yang sudah pernah menjalani prosedur radiasi pada bagian dada ditemukan lebih berisiko lebih tinggi terkena kanker paru-paru. Hal itu juga mungkin saja dapat terjadi pada non-perokok.

Radiasi di bagian dada umumnya dapat dilakukan untuk terapi kanker lain seperti payudara dan limfoma Hodgkins. Walaupun demikian, faktor risiko satu ini disebut tidak terlalu umum terjadi.

Diet sehat dengan banyak mengonsumsi buah-buahan disebut dapat melindungi Anda dari ancaman kanker paru-paru.

Selain itu, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menghindari penyebab kanker paru-paru. Beberapa di antaranya adalah menjauhi asap rokok, melakukan tes radon di rumah, dan pastikan standar keselamatan kerja jika Anda bekerja di industri berisiko tinggi.