‘Berani Mencoba, Berani Berubah’: Jokowi Mendorong Inovasi Melalui Komik

‘Berani Mencoba, Berani Berubah’: Jokowi Mendorong Inovasi Melalui Komik – Setelah berulang kali menyinggung masalah ini dalam pidato-pidato resmi, Presiden Joko “Jokowi” Widodo telah menemukan cara baru untuk menyoroti perlunya perubahan selama masa jabatan keduanya, yaitu melalui sebuah komik.

Judul komik strip yang diunggah ke akun instagram resmi Jokowi @jokowi pada hari Minggu berbunyi “Berani mencoba. Berani berubah #Jokomic” Tulis Jokowi pada keterangan tulisan untuk unggahannya tersebut, Minggu (17/11/2019).

Komik itu memperlihatkan seorang pria menyerupai sosok Presiden yang duduk di kursi sementara cucunya bermain-main dengan batu bata mainan.

Berani mencoba. Berani berubah. #JokoMic pic.twitter.com/3wqIuluIVi

  • Joko Widodo (@jokowi) 17 November 2019

Panel-panel berikutnya dari komik menunjukkan anak berjuang untuk membangun menara menggunakan batu bata mainan, karena strukturnya terus runtuh. Ketika cucunya mulai menangis, kakek menghibur anak itu dan menunjukkan kepadanya bagaimana membangun struktur yang lebih stabil menggunakan mainan.

Ketika mereka akhirnya membangun sebuah struktur menggunakan batu bata mainan, cucu itu bertanya kepada kakeknya, “Bagaimana Mbah (kakek) tahu?”

Sosok kakek itu menjawab: “Tidak pernah menyerah itu baik. Namun, jika cara yang sama terus gagal, kita harus berani mencoba cara baru. ”

Itu berakhir dengan kakek mengulangi pesannya: “Jangan takut untuk berubah.”

Komik ini juga diunggah ke akun Twitter dan Facebook Jokowi dalam bentuk video 1 menit yang menunjukkan komik bergambar. Namun, tidak ada kredit apa pun kepada ilustrator.

Di akhir gambar komik, terdapat pesan bahwa jika dalam melakukan sesuatu dengan menggunakan cara yang sama selalu gagal, maka harus berani untuk berubah dengan menggunakan cara yang baru.

Presiden telah berulang kali mendorong perubahan dan inovasi, terutama di antara anggota kabinetnya, untuk mencapai target yang dijanjikan dalam mengembangkan ekonomi dan sumber daya manusia negara.

Setelah pelantikannya untuk masa jabatan kedua pada bulan Oktober, Jokowi mengatakan bahwa pemerintahannya harus “terus mengembangkan metode baru dan nilai untuk tidak terjebak dalam rutinitas monoton.”

“Inovasi tidak hanya menjadi pengetahuan. Inovasi harus menjadi budaya, ”katanya dalam pidato pengukuhannya.