Berbuat Zina, Pejabat Istana Dipecat Raja Thailand

Berbuat Zina, Pejabat Istana Dipecat Raja Thailand – Raja Thailand Maha Vajiralongkorn kembali memecat empat pejabat istana. Pemecatan itu dilakukan karena para pejabat tersebut melakukan “perbuatan sangat jahat” dan berzina. Pemecatan itu hanya berselang beberapa hari setelah melakukan pemecatan terhadap permaisuri.

Pemecatan empat pejabat itu diumumkan pihak istana pada hari Selasa. Dalam satu pengumuman, dua pejabat istana, yang diidentifikasi sebagai penjaga kamar tidur, dipecat karena “perbuatan jahat yang sangat jahat” dan “perzinahan”, yang dikatakan sebagai pelanggaran terhadap kode etik para anggota istana. Sedangkan dalam dokumen lain, dua perwira militer dipecat karena “lengah” dalam tugas mereka sebagai penjaga istana dan “berperilaku tidak pantas atas pangkat dan jabatan mereka”.

Pengumuman itu juga menyebutkan bahwa keempat pejabat tersebut, semuanya kehilangan pangkat dan gelar mereka. Demikian diwartakan Reuters, Rabu (30/10/2019).

Sebelumnya, pada Minggu lalu, ada enam pejabat istana yang dipecat atas tuduhan melakukan pelanggaran disiplin yang parah yang menyebabkan kerusakan pada layanan kerajaan.

Sejak naik takhta setelah kematian ayahnya yang dihormati pada 2016, Raja Vajiralongkorn telah terbukti menjadi raja konstitusional yang tegas, mengambil lebih banyak kontrol langsung atas urusan kerajaan dan kekayaan mahkota yang besar, dan mentransfer dua unit militer dari tentara ke kendali pribadinya. Keluarga Kerajaan Thailand dilindungi oleh UU Pencemaran Nama Baik, yang membuat segala perbuatan mereka tidak bisa dikritik.

Pekan lalu, dalam sebuah pengumuman yang luar biasa, raja juga mencopot gelar selir Sineenat Wongvajirapakdi. Padahal, selir itu baru diangkat beberapa bulan lalu. Sineenat Wongvajirapakdi yang merupakan mantan perawat militer dituduh “tidak loyal” dan mengobarkan persaingan dengan Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana, yang menikah dengan Raja Vajiralongkorn pada Mei lalu.

Saat ulang tahun Raja Vajiralongkorn yang ke-67 pada 28 Juli lalu Sineenat Wongvajirapakdi yang dikenal dengan panggilan Koi, ia dianugerahi gelar Chao Khun Phra. Mantan perawat kerajaan berusia 34 tahun itu menjadi perempuan pertama yang mendapat gelar Chao Khun Phra dalam 100 tahun terakhir. Sineenat dilaporkan tidak kelihatan lagi di hadapan publik setelah dicopot. Begitu juga enam pegawai kerajaan dipecat karena “berbuat jahat”.