Berjalan Kaki Menuju Istana Negara, Petani Jambi Meninggal Dunia

Berjalan Kaki Menuju Istana Negara, Petani Jambi Meninggal Dunia – Aksi jalan kaki yang dilakukan Suku Anak Dalam menuju Istana Negara untuk bertemu Presiden Jokowi Dodo berujung duka. Peserta pejalan kaki yang merupakan seorang wanita bernama Tamini meninggal dunia karena kelelahan.

Suku Anak Dalam (SAD) atau orang Rimba merupakan salah satu bangsa minoriti yang tinggal di daerah Jambi dan Sumatera Selatan.

Amiruddin, Koordinator Lapangan Aksi Jalan Kaki tersebut menjelaskan, Tamini merupakan warga Desa Mekar Sari Makmur, Muaro Jambi, mulai merasakan kesakitan setelah 13 hari melakukan aksi jalan kaki yang sudah dimulai sejak akhir Agustus lalu.

Kemudian Tamini petani yang berusia 54 tahun tersebut dibawa ke Jambi untuk melakukan pengobatan dan pemeriksaan lebih lanjut. Tetapi sayangnya pada akhirnya tanggal 14 September lalu Tarmini meninggal dunia dan tidak dapat melanjutkan aksinya untuk bertemu dengan Presiden Jokowi Dodo.

Edi Purwanto, Ketua DPRD Provinsi Jambi, mengatakan belum mengetahui mengenai kabar duka yang menimpah anggota masyarakatnya. Namun beliau akan segera membentuk tim untuk melakukan pengecekan serta mencari kebenaran apakah petani tersebut meninggal dunia karena sakit atau karena kelelahan.

“Kita akan membentuk tim untuk mengecek korban meninggal dunia karena jalan kaki atau karena apa kita tidak tahu, “ucap Edi.

Beliau juga turut prihatin dengan kejadian seperti ini dan mengharapkan konflik lahan seperti ini tidak terjadi lagi untuk kemudian hari.

Kelompok SAD yang terdiri dari para petani melakukan aksi jalan kaki 1.000 km dari Jambi menuju Jakarta. Awalnya aksi jalan kaki tersebut diikuti 197 perwakilan dari petani dan SAD tetapi ditengah perjalanan berkurang menjadi 50 orang dan sampai saat ini menjadi 31 orang peserta pejalan kaki.

Karena tengah berduka aksi jalan kaki tersebut sempat diberhentikan selam dua hari dan selama beristirahat dimanfaatkan mereka untuk mengirimkan doa dan tahlil untuk korban meninggal.

Aksi jalan kaki ini terkait protes Suku Anak Dalam dan petani Jambi dengan permasalahan lahan berkepanjangan dengan perusahaan sawit.

Selama di Jakarta, SAD dan petani melakukan aksi di Istana Negara, Kementrian Dalam Negeri, Kemenkopolhukam, Kementrian ATR/BPN, Kementrian LHK, Kementrian Pertanian, Mabes Polri, dan Kejaksaan Agung.

Amiruddin Todak selaku Koordinator Lapangan Aksi Jalan Kaki menuturkan sampai saat ini belum ada mediasi antara pihaknya dengan perusahan sejak permasalahan atau konflik ini terjadi pada tahun 1986 – 1987 silam. Berbagai macam upaya dan usaha sudah dilakukan Pemerintah Daerah, Komnas HAM, hingga pengukuran ulang Kementrian ATR/BPN, namun konflik masih belum terselesaikan juga.

Lebih lanjut Amiruddin menuturkan hingga saat ini pihak dari istana belum ada merespons aksi jalan kaki yang mereka lakukan. Ia meminta agar Presiden Jokowi Dodo segera menyelesaikan kasus Agraria yang dihadapi oleh SAD dan petani Jambi dengan perusahaan sawit.