Bom mobil menewaskan 15 orang, melukai 50 orang di Suriah utara

Bom mobil menewaskan 15 orang, melukai 50 orang di Suriah utara – Insiden yang baru-baru ini terjadi di Suriah ini menyebabkan sebanyak 15 orang tewas dan kurang lebih sedikitnya 50 orang lainnya mengalami cedera parah setelah sebuah bom mobil meledak pada hari Sabtu di al-Bab, Suriah utara, kata kelompok penyelamat. Distrik al-Bab adalah bagian dari wilayah yang dikuasai oleh Tentara Nasional Suriah, sebuah kelompok payung untuk faksi oposisi bersenjata Suriah. Kota ini adalah bagian dari zona yang dijamin oleh operasi Euphrates Shield Turki sejak 2016.

“Menurut rumah sakit di al-Bab dan perhitungan kami, 15 (terbunuh). 12 mayat (telah) diidentifikasi dengan nama dan tiga mayat lainnya masih belum diidentifikasi sebagai akibat hangus dan bermutasi,” Hassan Abu Salah, direktur kelompok sukarelawan penyelamat Pertahanan Sipil Suriah, juga dikenal sebagai White Helmets kepada Liputan7id. Setidaknya 50 orang terluka dalam insiden itu, kata Salah.

“Di lokasi ledakan, pekerja Pertahanan Sipil Suriah mengambil bagian-bagian tubuh dan mengumpulkannya dalam tas dan diserahkan ke rumah sakit,” kata Salah.

Tidak terlalu jelas siapa yang dapat melakukan serangan tersebut namun dalam sebuah tweet pada hari Sabtu Kementerian Pertahanan Nasional Turki menyalahkan kelompok Kurdi di wilayah tersebut.

“Teroris yang sangat tidak manusiawi dan tidak beradab PKK / YPG terus menargetkan warga sipil yag tidak berdosa dengan menggunakan metode yang sama dengan DAESH. Kali ini para teroris meledakkan bom mobil di terminal bus al-Bab di daerah Perisai Eufrat Op, menewaskan 10 warga sipil dan melukai lebih dari 15 , “kata kementerian itu.

DAESH adalah transliterasi dari akronim Arab yang dibentuk dari kata-kata yang sama yang membentuk ISIS dalam bahasa Inggris, Negara Islam di Irak dan Suriah. Dikutip oleh Anadolu News Agency yang dikelola pemerintah yang berbasis di Ankara, Kementerian Pertahanan Nasional Turki kemudian mengatakan jumlah kematian meningkat menjadi 18. Liputan7id tidak dapat mengkonfirmasi informasi ini secara independen. Liputan7id meminta komentar dari pemerintah Suriah dan pejabat Kurdi terkait insiden yang terjadi saat ini. Namun , saat ini masih belum ada respon balasa dari pemerintah Suriah terkait insiden yang mengerikan ini.