Dandim Kendari Dicopot dari Jabatannya Akibat Cuitan Istri Mengenai Penusukan Wiranto

Dandim Kendari Dicopot dari Jabatannya Akibat Cuitan Istri Mengenai Penusukan Wiranto – Jenderal Andika Perkasa selaku Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) memberitahukan informasi tentang adanya istri prajurit berkomentar nyinyir terkait penusukan yang dialami Menko Polhukam Wiranto. Komentar itu kemudian viral di media sosial.

Andika mengatakan ada dua istri prajurit komentar nyinyir soal penusukan Menko Polhukam Wiranto. Menurut informasi IPDL merupakan istri dari Komandan Kodim Kendari, Kolonel HS. Sedangkan LZ merupakan istri dari Sersan Dua inisial Z yang bertugas di Detasemen Kavaleri Berkuda Bandung.

Kedua istri TNI Angkatan Darat itu nantinya akan diarahkan ke peradilan umum. Mereka dianggap sudah melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 8 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Kolonel Kaveleri Hendi Suhendi dicopot dari jabatannya sebagai Dandim 1417 Kendari, Sulawesi Tenggara. Sanksi tegas ini diberikan karena istri dari Hendi menyebarkan konten yang tidak pantas terkait insiden penyerangan terhadap Menko Polhukam, Wiranto.

Seperti diketahui, Menko Polhukam Wiranto ditusuk Syahril Alamsyah alias Abu Rara (31) di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, didampingi istrinya Fitria Diana (21),Kamis (10/10).

Penusukan terjadi ketika Wiranto hendak kembali ke Jakarta menggunakan helikopter. Beliau baru saja meresmikan gedung kampus Universitas Mathla’ul Anwar Pandeglang serta memberi kuliah umum. Ketika turun dari mobil Land Crusier tiba-tiba diserang.

Menurut keterangan Polisi dan BIN kedua pelaku merupakan bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi.

Dilansir dari Antara, Kolonel Hendi ternyata tiga bulan menduduki kursi Dandim 1417 Kendari. Ketika itu, ia menggantikan Letkol Fajar Lutvi Haris Wijaya.

Serah terima jabatan Hendi pun rencananya akan digelar pada Sabtu (12/10/2019) di Aula Sudirman, Korem 143 Haluoleo.

Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Andika Perkasa Andika mengaku sudah menandatangani proses serah terima atau pelepasan administrasi. Dari keterangan yang didapat, Beliau besok akan dilepas oleh Panglima Kodam di Makassar karena masuk di Kodam Hasanuddin yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

“Benar, Kolonel Kaveleri Hendi Suhendi diganti dari jabatan Kodim 1417 Kendari. Penggantinya besok (hari ini) diserah terimakan,” kata Kepala Penerangan Korem 143 Haluoleo, Mayor Inf Sumarsono, Sabtu (12/10/2019).

“Konsekuensinya Kolonel HS sudah saya tandatangani surat perintah melepas dari jabatannya dan akan ditambah dengan hukuman disiplin militer berupa penahanan selama 14 hari. Penahanan ringan selama 14 hari,” ujarnya.

“Begitu juga dengan Sersan Z, telah dilakukan surat perintah melepas dari jabatannya dan kemudian menjalani proses hukuman disiplin militer,” tambahnya.