Densus 88 Tangkap Teroris Bekasi Berusia 20 Tahun

Densus 88 Tangkap Teroris Bekasi Berusia 20 Tahun – Tim detasemen khusus 88 Antiteror kembali melakukan penangkapan seorang pria bersama istrinya terduga teroris di Jalan Raya Papan Mas RT 07 RW 04 Kelurahan Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (16/10/2019).

Adnan alias Gondrong, pemuda 20 tahun ini diduga terlibat dalam kelompok Amirul Mukminin Besar Abu Bakar Al Bhagdadi (ISIS). Selain Adnan dan istrinya, dalam operasi tersebut aparat juga menangkap dua adik Adnan.

Disampaikan Wakapolres Metro Bekasi, AKBP Luthfi Sulistiawan kepada wartawan di lokasi penangkapan, Rabu (16/10) malam. “Sebenarnya untuk adiknya dua orang memang hasil pendalaman tidak ada keterkaitannya kemudian kita akan pulangkan”.

“Untuk tersangka sedang dilakukan interogasi dan akan dibawa ke markas Densus,” terangnya.

“Malam ini Densus 88 melakukan penggerebekan di TKP (tempat kejadian perkara) berdasarkan informasi ataupun pengembangan dari jaringan yang ditangkap di Lampung sebelumnya,” ujar Luthfi.

Dalam penangkapan, A disinyalir terlibat dalam perakitan switching bom bersama dengan tiga rekannya, RF, SL, dan YN. Saat ini sudah ada dua swithching bom berbentuk menyerupai ponsel yang sudah jadi.

Kelompok A rencanannya beraksi dengan melakukan bom bunuh diri dengan target tempat hiburan, atau acara besar di Lampung.

Dari hasil introgasi yang dilakukan ternyata keseharian A adalah sebagai seorang penjual ikan hias. Sebagian warga sempat menaruh curiga dengan kegiatan jual beli ikan yang dilakukan oleh A. Terkadang, aktivitas jual beli tersebut dilakukan hingga tengah malam.

Wati, (39) pemilik rumah makan yang tak jauh dari lokasi mengaku tak begitu mengenal terduga Adnan. Dia mengaku, hanya mengetahui Adnan berjualan ikan hias di rumah kontrakan yang kini ia tempati.

“yang saya tahu dia selama ini hanya berjualan ikan hias, udah itu aja. Jarang ngomong juga sama keluarganya,” singkat Wati, Kamis (17/10/2019).

Jual beli ikan tersebut bisa jadi merupakan kedok pelaku untuk mengelabuhi masyarakat. Ia juga menyatakan, A merupakan jaringan teroris Lampung. “Ini masih didalami, nanti Densus yang menjelaskan,” ucap Luthfi.

Sampai pukul 23.00 WIB, penggeledahan masih terus dilakukan tim Densus 88 Antiteror di dalam rumah tersebut.