Deretan Pemain Asia Tenggara yang Sukses dan Berhasil Merumput Di Liga Indonesia

Deretan Pemain Asia Tenggara yang Sukses dan Berhasil Merumput Di Liga Indonesia – Walaupun memiliki banyak masalah, Liga Indonesia tetap menjadi tujuan yang cukup menarik untuk para pemain asing. Mereka biasanya terkesan dengan atmosfer dari supporter klub-klub Indonesia.

Berbagai para pemain asing dari berbagai benua ingin mencicipi bermain sepak bola di Indonesia. Tetapi, tidak semua pemain asing dapat berkiprah di Liga Indonesia. PT Liga Indonesia sebagai operator kompetisi menerapkan regulasi 3+1 untuk para pemain asing. Maksud regulasi tersebut adalah tiga pemain asing dari benua yang bebas dan satu pemain asing khusus benua Asia.

Sebagian klub-klub Indonesia biasanya merekrut pemain Asia sebagai penyeimbang dalam skuat. Para pemain yang berasal dari Asia biasanya menempati posisi bek, gelandang serang dan gelandang bertahan. Menariknya, jika mayoritas klub Indonesia mencari pemain yang berasal dari Asia Timur, seperti Jepang dan Korea Selatan. Sepertinya jarang untuk tim Indonesia yang memilih pemain asing dari Asia Tenggara.

Beberapa pemain Asia Tenggara yang merumput di Indonesia berasal dari Singapura dan Thailand. Sangatlah jarang pemain-pemain dari Malaysia atau bahkan Vietnam bermain di Tanah Air. Padahal, beberapa pemain Indonesia memilih berkarier di Malaysia. Walaupun tidak banyak pemain Asia Tenggara yang mencoba berkarier di Indonesia, tetapi beberapa pemain terbilang sukses. Siapa saja mereka?

Berikut ini adalah beberapa pemain Asia Tenggara yang sukses merumput di Indonesia seperti dilansir Liputan7id.

Muhammad Ridhuan (Singapura)

Muhammad Ridhuan pertama kali bermain di Indonesia pada tahun 2009. Pada saat itu, dia bergabung dengan klub dari Jawa Timur, Arema Indonesia. Bersama dengan Arema, Ridhuan sukses mengantarkan Arema menjadi juara Indonesia Super League (ISL) pada musim 2009-2010. Loyalitas pemain berusia 33 tahun itu tidak perlu untuk dipertanyakan kembali. Ridhuan bertahan di sana selama tiga setengah musim bersama klub berjuluk Singo Edan itu.

Setelah itu, Muhammad Ridhuan dipinjamkan ke Persisam Putra Samarinda pada ISL 2013-2014. Tetapi, saat Indonesia dibekukan FIFA, Ridhuan memutuskan untuk kembali ke Singapura. Pada ajang Piala Presiden 2018, Ridhuan sempat kembali ke Indonesia untuk bergabung dengan Borneo FC, akan tetapi permainannya tak seperti saat membela Arema.

Baihakki Khaizan ( Singapura)

Sama seperti Muhammad Ridhuan, Baihakki Khaizan datang ke Indonesia pada tahun 2009. Dia pertama kali membela tim Persija Jakarta. Tetapi, kebersamaan Baihakki Khaizan dengan Macan Kemayoran hanya berlangsung satu musim saja. Setelah itu, dia memutuskan berlabuh ke klub tetangga, Persib Bandung.

Saat masih bermain untuk Persija, dirinya sudah mencatatkan 39 penampilan dan menyumbangkan 3 gol. Sedangkan bersama Persib, Baihakki Khaizan hanya bermain selama 24 pertandingan dan menyumbang 2 gol.

Suchao Nutnum (Thailand)

Suchao Nutnum bermain di Liga Indonesia pada musim 2009-2010. Disaat itu, dia bergabung dengan Persib Bandung dengan status pinjaman. Selama bermain selama satu musim bersama dengan Maung Bandung, Suchao sudah bermain sebanyak 17 kali dan mencetak 3 gol. Setelah itu dia harus kembali ke Thailand, padahal Persib masih ingin bekerja sama dengan sang pemain.

Walaupun hanya satu musim bermain bersama Persib, Suchao mengaku sangat terkesan dengan para supporter Bobotoh. Dia seringkali mengungkapkan kerinduannya terhadap klub asal Jawa Barat.

Noh Alam Shah (Singapura)

Noh Alam Shah dapat dibilang menjadi satu diatara pemain terbaik Asia Tenggara yang berkiprah di Indonesia. Noh Alam Shah mulai berkarier di Indonesia pada tahun 2009.

Seperti Muhammad Ridhuan, tim pertama yang dia bela adalah Arema Indonesia. Bersama Singo Edan, Noh Alam Shah mencatatkan 56 penampilan dengan menyumbang 33 gol selama tiga musim. Selain Arema, klub Indonesia lainnya yang pernah ia bela pada PSS Sleman pada 2013.

Safee Sali (Malaysia)

Pemain bernama lengkap Mohd Saffe Mohd Sali itu pertama kali bermain di Indonesia pada Februari 2011. Saffe Sali resmi pindah ke Pelita Jaya untuk mengarungi musim 2011-2012.

Laga debutnya bersama Pelita Jaya berbuah manis lantaran mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan melawan Sriwijaya FC. Bermain dua musim bersama Pelita, Saffe Sali sukses mencetak gol sebanyak 38 gol dari 42 pertandingan. Pada musim keduanya Safee dipercaya menjadi kapten Pelita Jaya. Setelah itu tim yang ia bela, Pelita Jaya melebur menjadi Arema Cronus. Alhasil, Safee harus berseragam Arema Cronus di Liga Premier Indonesia.

Sinthaweechai Hathairattanakool ( Thailand)

Sinthaweechai Hathairattanakool atau pemain yang sering disapa Kosin itu pernah meruput di Liga Indonesia bersama Persib Bandung. Penjaga gawang asal Thailand itu bergabung dengan Persib pada 2006.

Selama satu musim di Persib, Kosin tampil sebanyak 33 pertandingan. Setelah itu dia memutuskan kembali ke Thailand untuk bergabung dengan Chonburi.

Tetapi, selama satu musim bersama Persib tampaknya membuat Kosin terkesan. Pada tahun 2009, dia kembali membela tim yang berjulukan Maung Bandung tersebut dengan status pinjaman dari Chonburi FC.

Agu Casmir (Singapura)

Mantan pemain dari Timnas Singapura, Agus Casmir, pernah merasakan atmosfer sepak bola Indonesia pada musim 2010-2011. Pada saat itu, dia bergabung dengan Persija Jakarta.

Dengan bermain bersama Persija, dia tampil sangat apik dengan mencetak 9 gol dari 21 penampilan. Setelah itu, dia memilih kembali ke Singapura untuk bergabung dengan Lions XII.

Pada tahun 2013, Agu Casmir kembali ke Indonesia untuk memenuhi pinangan dari Persebaya Surabaya. Namun sangat disayangkan , pemain asal Nigeria itu tidak dapat tampil apik di Surabaya. Dia hanya mampu menyumbangkan dua gol dan hanya diberikan kesempatan tampil sebanyak enam pertandingan saja.