Dua Anak yang Mengendarai Skuter Listrik Meninggal Ditabrak Mobil di Jakarta

Dua Anak yang Mengendarai Skuter Listrik Meninggal Ditabrak Mobil di Jakarta – Dua orang dewasa muda yang mengendarai skuter listrik GrabWheels meninggal setelah ditabrak mobil di luar kompleks olahraga Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta Pusat, Sabtu pagi dini hari.

Grab Indonesia, yang mengoperasikan layanan berbagi skuter listrik, telah mengeluarkan pernyataan belasungkawa atas kematian tersebut, yang terjadi di tengah perdebatan tentang risiko keselamatan yang dihadapi oleh penunggang skuter listrik, terutama di kota besar seperti Jakarta.

Para korban diidentifikasi sebagai Wisnu dan Ammar yang berusia 18 tahun, yang bersama dengan empat temannya telah menyewa tiga skuter listrik di dekat mal FX Sudirman. Beberapa dari empat teman, bernama Fajar Wicaksono, Bagus, Wulan dan Wanda, juga mengalami cedera dalam kecelakaan itu.

“Kami berenam menyewa tiga skuter GrabWheels pada sekitar pukul 1 pagi,” kata Fajar.

Dia mengatakan bahwa saat mengendarai skuter, baterai skuter Ammar dan Wisnu yang mengendarai bersama-sama kehabisan daya di dekat jembatan Senayan. Keduanya bertukar skuter dengan Bagus dan Wanda, yang sedang berkendara bersama.

Ammar dan Wisnu kemudian menuju ke FX Sudirman. Fajar mengatakan mereka mengendarai mobil di sisi jalan dekat Gerbang 3 GBK ketika Toyota Camry datang melaju kencang dari belakang dan menabrak keenam temannya.

“Bagus terlempar 10 hingga 15 meter. Saya segera meninggalkan skuter saya dan pergi untuk membantu teman-teman saya. Saya pergi ke Bagus. Dia sadar, tetapi dia memiliki goresan di lengan kirinya dan dia tidak bisa menggerakkan pergelangan kakinya, ”kata Fajar.

Dia dan yang lainnya kemudian memeriksa Ammar dan Wisnu, yang terlempar cukup jauh oleh mobil. Mereka menemukan Ammar dan Wisnu tidak sadarkan diri dan membawa mereka ke rumah sakit terdekat. Ammar ditemukan memiliki cedera kepala dan tulang belakang, sementara Wisnu menderita cedera kepala dan punggung. Keduanya kemudian dinyatakan meninggal.

CEO GrabWheels TJ Tham mengeluarkan pernyataan yang berbunyi: “Kami menerima informasi mengenai kecelakaan itu. Semua manajemen Grab menyesali kecelakaan itu dan menyampaikan belasungkawa kami kepada teman-teman dan keluarga para korban. ”

Tham mengatakan Grab telah menjangkau keluarga para korban dan menawarkan dukungan penuh perusahaan pada saat mereka membutuhkan. “Grab berkomitmen untuk meningkatkan keamanan pelanggan GrabWheels dengan mendidik pengguna kami dan bekerja sama dengan otoritas terkait untuk memastikan keamanan mereka.”

Pengguna skuter listrik baru-baru ini dikritik karena merepotkan pejalan kaki, merusak jembatan di Jl. Sudirman. Keamanan skuter juga dipertanyakan di depan umum.

Kepala Dinas Perhubungan Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan skuter listrik tidak boleh dikendarai di trotoar atau pijakan kaki karena menyulitkan pejalan kaki, ditambah mereka tidak boleh digunakan pada acara Day Fee Car.