Dua Puluh Narapidana Menyebut Tersangka dalam Kerusuhan Penjara di Sumatera Utara

Dua Puluh Narapidana Menyebut Tersangka dalam Kerusuhan Penjara di Sumatera Utara – Polisi menetapkan 20 tersangka tahanan pada hari Kamis menyusul kerusuhan di penjara yang memuncak dalam kasus pembakaran skala besar yang merusak sebagian besar Lembaga Pemasyarakatan Kabanjahe di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, sehari sebelumnya.

Kapolres Karo Adj. Sr. Comr. Benny Hutajulu mengatakan polisi melakukan penangkapan setelah menginterogasi saksi selama penyelidikan. Para tahanan menghadapi dakwaan berdasarkan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan kelompok, yang dijatuhi hukuman maksimum lima setengah tahun penjara.

“Beberapa dari mereka dirusak dan dibakar, sementara yang lain memicu kemarahan di antara sesama narapidana,” kata Benny kepada The Jakarta Post, Kamis.

Dia menambahkan para tersangka ditahan di markas besar Kepolisian Karo untuk diinterogasi lebih lanjut.

Situasi di Lembaga Pemasyarakatan Kabanjahe telah kembali normal, dengan sejumlah tahanan telah dipindahkan ke fasilitas pemasyarakatan lainnya di beberapa kabupaten dan kota di Sumatra Utara pada jam-jam awal Kamis.

“Beberapa dipindahkan ke Binjai, Sidikalang, Langkat, dan Tanjung Gusta di Medan,” kata Benny.

Kepala Kepolisian Sumatera Utara Insp. Jenderal Martuani Sormin sebelumnya mengatakan pada hari Rabu bahwa 268 tahanan akan dipindahkan sambil menunggu putusan pengadilan, sementara 142 lainnya harus tinggal di markas Polisi Karo setelah kerusuhan.

Ke-142 tahanan itu akan dikembalikan ke Kabanjahe dalam dua hingga tiga hari, katanya.

“Kami akan segera memperbaiki sel-sel penjara yang rusak, sehingga 142 narapidana yang masih menunggu putusan pengadilan mungkin dapat kembali ke sel yang ditunjuk,” kata Martuani.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa kerusuhan itu, yang merusak 75 persen Lembaga Pemasyarakatan Kabanjahe, dihasut oleh narapidana yang telah memberontak terhadap tindakan disipliner dari penjaga penjara. Banyak tahanan lain akhirnya bergabung dan melawan pihak berwenang karena solidaritas, yang mengakibatkan kerusuhan total, kata Martuani.