Gajah Liar Ditemukan Mati dengan Gading dan Belalai Terputus di Area Hutan Riau

Gajah Liar Ditemukan Mati dengan Gading dan Belalai Terputus di Area Hutan Riau – Bangkai gajah dengan gading dan belalainya telah ditemukan membusuk di area konsesi PT Arara Abadi (AA) di Kabupaten Bengkalis, Riau, dalam kasus perburuan liar yang menargetkan binatang yang terancam punah.

Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam Riau (BKSDA) Suharyono mengatakan mayat gajah jantan ditemukan oleh penebang pohon yang bekerja untuk PT AA ketika dia menebang pohon eucalyptus sekitar pukul 11:45 pagi pada hari Senin.

“Pekerja itu memperhatikan bau tengik yang berasal dari pohon saat dia bekerja. Ketika dia pergi untuk memeriksa pohon-pohon, dia menemukan bangkai gajah tergeletak di tanah, “kata Suharyono pada hari Rabu.

Atasan penebang pohon melaporkan temuan tersebut kepada manajemen PT AA, yang kemudian meneruskan laporan tersebut ke BKSDA Riau, ia menambahkan.

BKSDA Riau dan Unit Penegakan Hukum untuk Lingkungan dan Kehutanan di Sumatra mengirim 11 personel yang terdiri dari dokter hewan, penjinak gajah, dan penyelidik untuk melakukan necropsy dan mengumpulkan data untuk mengungkap penyebab kematian gajah.

Setelah necropsy, BKSDA Riau gagal melihat tanda-tanda keracunan atau tali yang terikat pada tubuh gajah, yang diperkirakan berusia 40 tahun pada saat kematiannya.

Berdasarkan kondisi tubuh, agensi memperkirakan bahwa ada kemungkinan besar gajah itu mati enam hari sebelum ditemukannya bangkainya.

“Kami curiga gajah itu dibunuh atau diburu karena kepalanya telah dicabik-cabik dan taringnya telah dicabut. Batangnya telah dipotong dari alasnya dan telah dibuang setidaknya satu meter dari tubuhnya, ”kata Suharyono. Dia menambahkan bahwa tim BKSDA tidak menemukan luka tembak di tubuh gajah.

Kepala Unit Konservasi dan Sumber Daya BKSDA Riau Heru Sutmantoro menambahkan bahwa timnya hanya menerima laporan pada Selasa malam karena kurangnya sinyal ponsel di daerah tersebut, yang mencegah lembaga untuk menerima informasi tepat waktu.

Menurut Heru, gajah yang mati itu ditemukan di daerah Giam Siak Kecil-Balai Raja, habitat sekitar 40 gajah liar, yang sebagian besar tinggal di area konsesi milik PT AA, tambahnya. Gajah jantan adalah yang kedua menjadi korban konflik manusia-gajah dalam wilayah konsesi PT AA dalam dua bulan terakhir.

Pada 15 Oktober, BKSDA Riau juga menemukan seekor gajah berumur satu tahun yang terjebak dalam tali nilon di Kabupaten Sungai Mandau di Kabupaten Siak. Anak sapi saat ini sedang menjalani perawatan intensif di Pusat Pelatihan Gajah di Minas.