Gempa 5,1 Skala Mengguncang Pulau Nias Sumatera Utara

Gempa 5,1 Skala Mengguncang Pulau Nias Sumatera Utara – Gempa berkekuatan 5,1 mengguncang perairan Kabupaten Nias Selatan di Provinsi Sumatera Utara pada hari Minggu pukul 08:08 waktu setempat tetapi tidak berpotensi memicu tsunami.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada sekitar 168 kilometer jauhnya dari kabupaten pada kedalaman 19 kilometer.

Sejauh ini, belum diketahui ada tidaknya korban. Termasuk, belum diketahui pula adanya kerugian ataupun kerusakan sebagai dampak dari gempa bumi tersebut.

Tiga jam sebelumnya, gempa berkekuatan 5 SR menggoyang Pulau Nias, Sumatera Utara. Berdasarkan informasi BMKG, gempa Nias tersebut terjadi pada Minggu dini hari tadi sekitar pukul 01.08 WIB.

Menurut BMKG, pusat gempa Nias berada di koordinat 0.37 Lintang Utara dan 97.84 Bujur Timur. Gempa berjarak 37 kilometer sebelah tenggara kawasan Nias Selatan.

Pulau Nias pernah diguncang gempa berkekuatan 8,7 pada tanggal 28 Maret 2005. Akibatnya, beberapa bagian Gunung Sitoli, kota terbesar di pulau itu, hancur dan sekitar 1.300 orang tewas.

Terletak di Sabuk Circum-Pasifik, juga disebut Cincin Api, Indonesia rawan mengalami bencana alam, termasuk gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Pada 14 November, gempa berkekuatan 7,1 melanda wilayah Maluku Utara. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), itu melukai tiga orang dan menyebabkan kerusakan pada 36 bangunan di provinsi tersebut. Warga setempat menderita luka-luka setelah terkena beberapa batu bata yang roboh dari dinding rumah mereka yang rusak.

Pada 26 September 2019, gempa berkekuatan 6,5 telah mengguncang Provinsi Maluku, menewaskan sedikitnya 38 orang dan melukai 27 warga di Kota Ambon, 90 penduduk di Kabupaten Maluku Tengah, dan 32 penduduk di Kabupaten Seram Barat.

Karena trauma dan kecemasan yang masih dialami oleh penduduk setempat setelah gempa kuat ini, BMKG baru-baru ini memperingatkan penduduk Provinsi Maluku untuk tidak percaya pada rumor, berita palsu, dan informasi menyesatkan tentang gempa bumi dan tsunami yang kuat yang dapat menyentak Ambon, Masohi , dan Banda.

BMKG menunjukkan bahwa memperkirakan secara akurat kapan dan di mana gempa bumi akan terjadi berada di luar bidang pengetahuan dan pemahaman siapa pun.

Mengenai gempa bumi di Indonesia, BMKG mencatat bahwa pada tahun 2018, negara tersebut telah menanggung dampak 11.577 gempa bumi, termasuk beberapa yang menyebabkan korban jiwa, dengan jumlah yang meningkat secara signifikan dibandingkan tahun 2017.

Data BMKG menunjukkan bahwa 11.577 gempa bumi, dengan besaran dan kedalaman yang bervariasi, melanda selama 2018, sementara hanya 7.172 gempa bumi tercatat pada tahun 2017.

Beberapa peristiwa yang berhubungan dengan gempa bumi di Indonesia tahun lalu adalah yang pertama dari yang pernah terjadi, seperti pencairan di Palu, tsunami yang melanda sebelum penerbitan peringatan tsunami di Palu, dan Tsunami Selat Sunda.