Hiburan Melegendaris Odong-odong Terancam Musnah

Hiburan Melegendaris Odong-odong Terancam Musnah – Dinas Perhubungan Jakarta diketahui telah melarang keberadaan odong-odong beroperasi di jalanan Ibu Kota. Karena kalau dioperasikan di jalan tentunya melanggar aturan lalu lintas yang sudah ada. Seperti diketahui odong-odong tidak memiliki dokumen-dokumen kelayakan jalan, tidak memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) dan BPKB.

Menurut Syafrin Liputo selaku Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, pelarangan tersebut didasarkan pada aturan hukum di dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, PP Nomor 55 tahun 2012 tentang Kendaraan dan PP Nomor 74 tahun 2014 tentang angkutan jalan. Kemudian, Syafrin Mengatakan pihaknya sudah memberikan perintah penertiban itu sejak Agustus lalu. Saat ini ia sedang melakukan pendataan terhadap warga Jakarta yang memiliki usaha odong-odong.

Setelah melakukan pendataan, Syafrin menyebut pemprov akan melakukan pembinaan terhadap usaha odong-odong. Jika nantinya masih terdapat odong-odong yang beroperasi di jalan umum, Syafrin mengatakan pihaknya akan menyetop pengoperasiannya.

Kendaraan yang biasa mengangkut anak-anak berkeliling di suatu kawasan ini, kata Syafrin, tidak memenuhi satu pun syarat legalitas berada di jalan raya. Sudah banyak kasus kecelakaan yang melibatkan odong-odong di sejumlah daerah.

Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar mengatakan bahwa kendaraan odong-odong kerap mengakibatkan kecelakaan lalu lintas di wilayahnya. Dia mengakui kendaraan tersebut berisiko tinggi bagi penumpang mau pun pengemudinya.

Anwar mendukung kebijakan Dishub DKI Jakarta yang melarang odong-odong beroperasi. Meski begitu, dia masih ingin menunggu aturan dari Kepolisian terlebih dahulu. “Itu kan yang larang dari Dinas Perhubungan tapi saya juga harus menunggu arahan resmi dari pihak kepolisian,” kata Anwar.

Kepala Sub Direktorat Bin Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Fahri Siregar juga mengatakan hal yang sama. Odong-odong dilarang mengaspal karena tak layak jalan. Odong-odong harus memiliki Sertifikat Uji Tipe (SUT) dan Sertifikat Registrasi Uji Tipe Kendaraan (SRUT) agar mendapat dokumen kelayakan jalan dan bisa beroperasi kembali.

Syafrin berharap untuk ke depannya pengusaha odong-odong dapat membuat sesuatu yang lebih bermanfaat buat masyarakat tanpa mengabaikan aspek keselamatan.