Ingin Nikah Muda? Ketahui Dulu Resiko yang Akan Dihadapi

Ingin Nikah Muda? Ketahui Dulu Resiko yang Akan Dihadapi – Di Indonesia pernikahan di usia muda atau biasa dikatakan pernikahan dini telah menjadi masalah yang sangat serius. Karena menurut data yang dilakukan oleh BKKBN, setiap tahunnya kasus pernikahan dini yang terjadi semakin meningkat.

Setiap pasangan menikah di usia yang berbeda. Ada yang menikah di usia 25, 30-an, 40-an, atau bahkan 50-an. Setiap pernikahan pasti ada permasalahan yang dialami dan permasalahannya pun sesuai dengan umur mereka masing-masing. Karena beda umur maka beda pula cara berpikirnya.

Pada awal pernikahan akan mulai muncul masalah yang jika tidak bisa diatasi akan menyebabkan kehancuran pernikahan. Oleh karena itu penting untuk mengetahui beberapa masalah yang kelak akan dihadapi jika kamu memilih untuk nikah muda.

  1. Tidak bebas
    Pasangan yang menikah dini terkadang memiliki perasaan seperti tidak bebas dan terkekang, hal tersebut membuat mereka ingin lepas dari ikatan pernikahan. Ketika orang seusia mereka masih menikmati masa muda, mereka sudah disibukkan dengan urusan rumah tangga yang menuntut tanggung jawab besar. Beberapa pasangan yang menikah dini terkadang tidak bisa menyembunyikan rasa iri mereka, ketika mereka melihat orang lain memiliki kebebasan dalam menjalani hidup mereka.
  2. Konflik dengan Mertua dan Saudara Ipar
    Setelah menikah tentu akan ada penambahan anggota keluarga baru yaitu mertua dan saudara ipar. Apalagi jika setelah menikah tidak langsung menempati rumah sendiri melainkan masih ikut dengan mertua. Permasalahan biasanya meliputi mertua atau saudara ipar yang tidak puas dengan menantu baru. Apa lagi jika mertua sering membicarakan keburukan kita kepada orang lain. Permasalah ini bisa menimbulkan rasa stress apabila terus dibiarkan.
  3. Masalah keuangan
    Masalah uang merupakan salah satu masalah yang paling sering dihadapi oleh pasangan yang menikah dini. Hal ini dikarenakan mereka belum pandai mengontrol dan mengolah keuangan. Sebenarnya tidak hanya terjadi pada pasangan yang menikah dini saja, namun pasangan muda lebih sering mengalaminya ketimbang mereka yang menikah di usia lebih tua.
  4. Hubungan Intim
    Membahas hubungan intim antar pasangan bukan hal yang tabu sekarang. Adanya masalah dalam berhubungan saat menikah akan mempengaruhi keharmonisan rumah tangga. Apa lagi jika pasangannya masih muda pasti masih ada rasa malu satu sama lain, hal ini yang membuat pasangannya merasa tidak puas. Masalah ini yang sering menjadi masalah bagi pasangan yang baru menikah yang tidak punya pengetahuan tentang hal ini. Ada baiknya jika ada komunikasi berdua bagaimana hubungan intim yang diinginkan berdua.
  5. Belum bisa bertanggung jawab
    Meski usia bukan patokan bagi seseorang untuk mengatakan bahwa dia sudah bisa bersikap dewasa atau belum, mereka yang menikah di usia belia terkadang belum memiliki tanggung jawab itu. Sebaliknya, pasangan yang memutuskan untuk menikah di usia yang lebih matang, mempunyai rasa tanggung jawab yang lebih besar sehingga tidak mudah emosi saat menghadapi masalah dalam pernikahan.
  6. Mengorbankan pendidikan dan karier
    Memang Tidak semua orang yang menikah harus berhenti dalam pendidikan maupun kariernya. Namun, rela mengorbankan pendidikan dan karier adalah sebuah risiko yang akan kamu hadapi pada suatu keadaan jika kamu menikah muda, terutama bagi wanita. Oleh karena itu, hal ini harus dipikirkan secara matang agar kamu dapat membagi fokus antara keluarga, pendidikan dan juga karier.
  7. Rentan terhadap perceraian
    Pada usia sebelum tahun 21 tahun, mental remaja belum sepenuh siap untuk menjalani rumah tangga. Karena di usia tersebut proses pembelajaran remaja menjadi individu dewasa belum selesai. Keinginan untuk belajar dan mencari jati diri masih berpengaruh kuat pada diri seorang remaja.

Nah bagaimana jika sudah mengetahui resiko yang akan dihadapi apakah kamu siap untuk menikah muda?