Inilah Mengapa Para Pengguna Gojek Menaruh Uang Mereka di Dalam Gopay

Inilah Mengapa Para Pengguna Gojek Menaruh Uang Mereka di Dalam Gopay – Kehadiran Gojek yang bergerak di Indonesia, dengan lebih dari 20 layanan, telah membantu jutaan orang menyelesaikan kerepotan harian mereka, mulai dari transportasi hingga pembersihan rumah.

Layanan e-wallet yang luar biasa, GoPay, memungkinkan pelanggan Gojek untuk menggunakan layanan sesuai permintaan dengan mulus – termasuk melakukan pembelian lebih cepat, melacak pengeluaran mereka dengan mudah, dan mentransfer uang dalam waktu singkat.

Pada tahun lalu, ibu yang bekerja dari dua Nucha Bachri telah menjadi pengguna reguler GoPay, yang memberikan kemudahan bagi mereka yang ingin mengakses dan mengelola uang mereka melalui aplikasi Gojek.

Nucha harus mencentang banyak kotak dalam kehidupan sehari-harinya, seperti menyelesaikan pekerjaan profesionalnya dan memastikan anak-anaknya memenuhi kebutuhan mereka bahkan ketika dia pergi. Karena itu, Nucha bergantung pada berbagai layanan Gojek untuk membantunya menavigasi hari-harinya.

Untuk menghindari kerepotan membayar semua layanan, ia beralih ke GoPay, dompet digital di aplikasi Gojek.

“Sejak pertama kali saya menggunakan GoPay, saya selalu merasa nyaman menggunakan e-wallet,” kata Nucha. Sekarang, ia hanya membawa sedikit uang tunai dan dompetnya sebagian besar diisi dengan kartu debit dan kredit.

Ketika Nucha bergaul dengan teman-temannya dan mereka harus ikut makan, dia lebih suka membayar orang lain dengan GoPay daripada transfer bank. “Sebagian besar dari kita menggunakan GoPay dalam kehidupan sehari-hari,” kata Nucha. “Jadi, kita dapat dengan mudah menggunakan uang itu segera.”

Untuk menjalankan rumah dengan lancar, Nucha menyediakan pengasuh, pembantu rumah tangga, dan supirnya dengan cukup uang untuk tugas sehari-hari, dari memesan tumpangan hingga mengisi bensin dengan mobil. Dia mentransfer uang melalui GoPay sehingga mereka dapat menggunakan layanan Gojek tanpa kesulitan.

Sejauh ini, GoPay adalah satu-satunya dompet elektronik yang ia gunakan. “Saya tidak benar-benar melakukan cashback atau promosi,” tambah Nucha. “Kenyamanannya adalah yang paling membuatku tertarik.”

Kenyamanan finansial adalah keuntungan yang dicari banyak pengguna GoPay. E-wallet dalam aplikasi juga mendukung kebiasaan pengguna menggunakan berbagai layanan berdasarkan permintaan pada aplikasi Gojek.

Danasmoro Brahmantyo, khususnya, sangat bergantung pada GoPay dalam kehidupan sehari-harinya karena ia menggunakan layanan naik-naik Gojek – seperti GoRide, GoCar, dan GoBlueBird – sebagai sarana untuk pergi bekerja atau pergi ke tempat-tempat tertentu untuk rapat kerja.

“Itu membuat rutinitas saya lebih sederhana,” katanya. “Dan jika saya ingin memberi tip kepada pengemudi, saya dapat memberikan tip dengan GoPay. Saya tidak perlu berurusan dengan kerumitan tambahan dalam mencari tagihan yang lebih kecil. “

Kebiasaannya menggunakan GoPay untuk pembayaran mobile ditangguhkan dari kebutuhan sehari-harinya untuk menggunakan layanan naik kendaraan di aplikasi Gojek.

Terlebih lagi, ketika dia makan, dia lebih suka membayar di restoran dengan GoPay tanpa mengambil kwitansi. “Aku sebenarnya tidak perlu,” kata Danasmoro. “Gojek secara otomatis mencatat pembayaran apa pun yang saya lakukan.”

Riwayat transaksi adalah fitur keuangan yang Danasmoro tidak lupa periksa. Setiap bulan, ia memeriksa riwayat pembayarannya melalui ulasan yang dikirim melalui email untuk memastikan pengeluarannya terkendali.

Seorang pegawai negeri sipil di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Danasmoro juga harus melakukan perjalanan untuk bekerja setiap hari. Namun, ia dapat menggunakan GoPay e-wallet di banyak daerah di luar Jawa, termasuk di Sumatra, Nusa Tenggara Barat, dan Papua.

Terkadang, kata Danasmoro, dia lupa membawa dompetnya, tetapi dia selalu membawa ponselnya. “Semuanya ada di ujung jari saya, lalu, termasuk e-wallet saya.”

Bagi Danasmoro, GoPay telah memenuhi semua kebutuhan dan harapannya. “Teman-teman saya memiliki lebih dari satu e-wallet karena mereka mencari uang kembali dan promosi lainnya,” katanya. “Tapi promosi bukan prioritasku.”

Dia menyoroti bahwa Gojek telah mendapatkan kepercayaannya, jadi dia akan terus menggunakan semua layanannya, yang dia gambarkan sebagai sangat baik dan dapat dipercaya. “GoPay sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari saya,” katanya.

Nucha dan Danasmoro keduanya secara teratur menyetor sebagian uang mereka ke GoPay. Selama hari-hari normal mereka, mereka mengisi sekitar Rp 500.000 seminggu sekali melalui mobile banking.

Mereka adalah salah satu pengguna pembayaran mobile di mana-mana di Indonesia, yang telah melihat peningkatan penggunaan e-wallet dalam beberapa tahun terakhir. GoPay dinobatkan sebagai bentuk e-money terkemuka di negara ini dan telah berkembang pesat dalam dua tahun terakhir, menurut S&P Global Market Intelligence.

Berdasarkan jumlah total transaksi, S&P Global Market Intelligence memperkirakan bahwa Indonesia telah melihat peningkatan ruang e-money dari 9,6 persen pada 2017 menjadi 36 persen pada 2018, terutama didorong oleh GoPay.

Itu berarti GoPay bukan hanya e-money yang paling banyak digunakan, tetapi juga sumber pertumbuhan dalam lanskap industri di Indonesia.

Sementara itu, Indonesia tetap menjadi pasar yang menjanjikan untuk pembayaran mobile.

“Ada banyak orang [yang] belum menggunakan uang digital,” kata Winny Triswandhani seperti dikutip dari BBC Indonesia. “Indonesia memiliki potensi besar untuk pembayaran digital.”