Istri Menyebabkan Pria di Medan Melakukan Bom Bunuh Diri

Istri Menyebabkan Pria di Medan Melakukan Bom Bunuh Diri – Polisi tengah menyelidiki jaringan teroris pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. Kadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan, saat ini Densus 88 Antiteror, tim dari Polrestabes Medan dan Polda Sumatera Utara tengah menyelidiki aksi terorisme ini. Iqbal juga belum mengetahui jenis ledakan bom bunuh diri tersebut.

Dedi mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil uji laboraturium untuk mengetahui kandungan bom yang diledakan pelaku. Sementara, partikelnya telah diketahui.

“Ada 55 potongan paku, baterai 9 volt, potongan kabel, tombol switch on/off, lakban, 5 plat besi,” ucap Dedi.

Sebelumnya, Wakapolda Sumatera Utara Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan Tim Densus 88 masih melakukan pengejaran terhadap pemimpin atau imam pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan.

Setelah kejadian bom bunuh di Mapolrestabes Medan polisi langsung menggeledah kediaman RMN di Jalan Jangka, Gang Tenteram, Kecamatan Medan Petisah, Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11). RMN merupakan seorang pria kelahiran Medan, 11 Agustus 1995. Densus 88 Antiteror Polri juga telah mengamankan Dewi, istri RMN beserta mertuanya.

Polisi menduga perempuan yang merupakan istri pelaku bom bunuh diri menyebarkan paham radikal ke suaminya RMN, yang akhirnya meledakkan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, DA terpapar lebih dahulu paham radikalisme lantaran sering berkomunikasi dengan salah seorang napidana terorisme berinisal I.

Dedi menyebut, komunikasi masih terjadi hingga Rabu malam. Dedi membeberkan, perbicangan antara DA dan I. Keduanya sedang menyusun rencana untuk melancarkan aksi terorisme di Bali.

Akibat ledakan bom tersebut ada enam korban antara lain Kompol Abdul Mutolib (Kasi Propam Polrestabes Medan), Kompol Sarponi (Kasubbag Bin Ops Polrestabes Medan), Aipda Deni Hamdani (Staf Propam Polrestabes Medan), Brigadir Juli Chandra (Staf Propam Polrestabes Medan), Ikhwan Muliadi (masyarakat yang sedang mengurus SKCK), dan Richard Purba (PHL Polrestabes Medan).

Wakil Kepala Polda Sumut, Brigadir Jenderal Mardiaz Kusin sempat mengunjungi keenam korban di RS Bhayangkara Medan. Setelah menjenguk, mereka memberikan santunan dari istri Kapolri yang juga Ketua Bhayangkari.

Disamping itu Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meminta masyarakat segera melaporkan jika mengetahui keberadaan satu orang yang diduga terlibat dalam pengeboman di Mapolrestabes Medan. Pihak kepolisian menyebut aksi bom bunuh diri tersebut tidak dilakukan sendiri. Dia mengaku akan mengevaluasi pengamanan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) di kantor kepolisian. Hal ini untuk mencegah kasus bom terjadi kembali.

Edy menyatakan pihaknya tidak akan memberi toleransi terhadap aksi terorisme tersebut. Menurutnya, negara tidak boleh kalah dengan kelompok yang mengancam kehidupan masyarakat lainnya. Ia meminta masyarakat Sumatera Utara untuk tetap tenang dan mempercayakan kepada pihak kepolisian.