Jam Penerbangan di Bandara Ditambahkan untuk Liburan Akhir Tahun

Jam Penerbangan di Bandara Ditambahkan untuk Liburan Akhir Tahun – Perusahaan navigasi udara milik negara AirNav Indonesia mengatakan telah menyiapkan penerbangan tambahan dan jam operasional bandara untuk liburan Natal dan Tahun Baru mendatang.

Presiden direktur AirNav Indonesia Novie Riyanto mengatakan perusahaan akan menambah penerbangan di bandara-bandara yang terkenal, seperti Bandara Internasional Gusti Ngurah Rai Bali.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa Soekarno-Hataa dapat melihat peningkatan lalu lintas 5 persen dari 1.055 menjadi 1.075 pergerakan pesawat per hari menjadi sekitar 1.150 hingga 1.200 pergerakan per hari.

Namun, karena kapasitas maksimum Soekarno-Hatta adalah 1.300 pergerakan pesawat, Novie mengatakan maskapai penerbangan dapat meminta jadwal tambahan.

Sementara itu, Bali Gusti Ngurah Rai akan melihat peningkatan dari 470 menjadi 480 gerakan menjadi sekitar 600 pergerakan pesawat per hari.

“Jika perlu, beberapa bandara akan beroperasi 24 jam. Bandara Internasional Sentani di Jayapura, Papua, misalnya siap untuk tugas seperti itu, “kata Novie kepada pers.

Dia mengatakan bahwa potensi di bandara Papua perlu dieksplorasi, terutama bandara wamena yang memiliki lebih dari 100 pergerakan pesawat per hari, meskipun itu adalah bandara kecil.

Dia menambahkan bahwa AirNav akan meningkatkan kesadaran cuaca selama musim liburan, karena ia memperkirakan bahwa tanggal puncak liburan untuk perjalanan udara adalah 23-24 Desember, ketika hujan diperkirakan akan turun.

“Kami melihat penurunan pada musin liburan sebelumnya tetapi kami berharap ada perbaikan karena pemerintah telah mendorong untuk tiket yang lebih murah, “katanya kepada pers, hari Kamis.

Menurut data Kementerian Perhubungan, jumlah penumpang maskapai selama liburan Natal dan Tahun Baru tahun lalu mencapai 3,9 juta, turun 9,75 persen dari tahun sebelumnya yang berjumlah 4,3 juta penumpang.

Novie juga mengumumkan perusahaan akan menginvestasikan Rp 2,2 triliun (US $ 1,6 miliar) tahun depan, dengan rencana untuk memberikan perhatian khusus pada bandara di lima tujuan wisata “super prioritas”.

“Bandara Internasional Sisingamangaraja XII Silangit di Sumatera Utara, yang merupakan titik masuk ke Danau Toba, misalnya, sekarang memiliki sistem pendaratan presisi yang membantu pesawat mendarat di tengah kabut yang sering terjadi,” katanya.

Dia menambahkan bahwa Bandara Internasional Adisucipto di Yogyakarta juga akan melihat sekitar 20 pergerakan pesawat per jam dibandingkan dengan delapan saat ini per jam.