Jokowi Ingin Memanfaatkan ‘Sahabat Ambyar’ Didi Kempot untuk Mempromosikan Pancasila di Kalangan Anak Muda

Jokowi Ingin Memanfaatkan ‘Sahabat Ambyar’ Didi Kempot untuk Mempromosikan Pancasila di Kalangan Anak Muda – Presiden Joko “Jokowi” Widodo tampaknya berbicara dalam bahasa kaum muda ketika ia memerintahkan perampingan nilai-nilai ideologi negara, Pancasila, untuk memanfaatkan media yang akrab bagi generasi muda di negara ini.

Berbicara di depan anggota Badan Pendidikan Ideologi Pancasila (BPIP) yang mempelopori upaya untuk mempromosikan Pancasila di Indonesia dan pejabat negara pada hari Selasa, Jokowi mengatakan Pancasila harus dipopulerkan di kalangan anak muda melalui olahraga, musik dan film favorit mereka.

“Dalam hal musik, tidak apa-apa jika kita memanfaatkan Didi Kempot atau memanfaatkan anak laki-laki yang sedih dan perempuan yang sedih atau sahabat ambyar, tidak apa-apa,” kata Jokowi, “Tidak apa-apa untuk meminta mereka memasukkan lirik tentang Pancasila di Didi’s lagu “Pamer Bojo”; musik adalah media yang disukai anak muda. ”

Istilah anak laki-laki yang sedih, gadis yang sedih dan sahabat ambyar (komunitas orang-orang yang patah hati) mengacu pada penggemar campursari populer (campuran musik tradisional Jawa dan modern) penyanyi Didi Kempot, yang dalam beberapa tahun terakhir melihat popularitasnya meningkat di kalangan pemuda karena lirik lagunya yang khas Jawa.

Berasal dari Surakarta, Jawa Tengah tempat Jokowi sendiri menjabat sebagai walikota dari tahun 2005 hingga 2012 Didi disebut oleh para penggemarnya sebagai “Lord Didi” atau “Godfather of Broken Hearts”.

Jokowi mengatakan dia bertujuan untuk membuat Pancasila lebih membumi di antara generasi muda, mengatakan bahwa “berbahaya” jika pemuda Indonesia tidak bisa memahami nilai-nilai Pancasila.

Untuk mempercepat pengarusutamaan ideologi negara di antara mereka, Jokowi mengatakan penting bagi BPIP dan kementerian terkait untuk juga memasuki media sosial.

“Kita harus membanjiri narasi besar Pancasila melalui hal-hal ini,” kata Jokowi, menyebutkan beberapa platform media sosial yang paling disukai oleh kaum muda, seperti Instagram, Twitter dan Snapchat, ketika ia memperingatkan bahwa jika tidak maka promosi Pancasila akan menjadi ” diambil alih ”oleh ideologi lain.

Mempopulerkan Pancasila dan menjadikan penduduk negara ini, terutama generasi muda, menginternalisasi nilai-nilai ideologi negara dalam kehidupan sehari-hari mereka telah menjadi salah satu tugas yang telah dijalankan oleh pemerintahan Jokowi sejak masa jabatan pertamanya.

Pancasila, yang diprakarsai oleh salah satu pendiri bangsa, Sukarno, terdiri dari lima prinsip: Percaya pada Tuhan, manusia yang adil dan beradab, kesatuan Indonesia, demokrasi dan keadilan sosial.

Pemerintah telah menetapkan 36 subpoin untuk menguraikan prinsip-prinsip, yang wajib diajarkan di sekolah selama era Orde Baru Soeharto. Namun, sejak kejatuhannya pada tahun 1998, pendidikan tentang rincian ideologi negara belum diprioritaskan di sekolah.

Jokowi mengatakan prinsip-prinsip Pancasila juga harus tercermin dalam setiap kebijakan, peraturan dan regulasi yang dikeluarkan oleh semua kementerian dan lembaga negara. “Kalau tidak, kita tidak tahu ke mana kita menuju sebagai negara,” tambahnya.