Kapal Asal Nowergia Dibajak oleh Kawanan Bajak Laut Bersenjata

Kapal Asal Nowergia Dibajak oleh Kawanan Bajak Laut Bersenjata – Sebuah kapal kargo asal Norwegia saat melakukan pelayaran di perairan Benin, Afrika Barat, Sabtu (2/11) dibajak oleh sekelompok bajak laut bersenjata. Dalam pembajakan itu sembilan awak kapal MV Bonita dilaporkan diculik oleh bajak laut.

Juru bicara J.J. Ugland mengatakan kepada harian Dagens Naeringsliv pembajakan terjadi saat mereka bersandar di Pelabuhan Cotonou untuk menurunkan gypsum. Ada sembilan orang yang ditahan dan dibawa ke lokasi rahasia. Semua awak kapal yang diculik berasal dari Filipina. Tidak dipublikasikan identitas para korban yang diculik.

“Sembilan orang awak kapal diambil dari kapal ketika sedang berlabuh untuk menunggu menurunkan kargo masuk berupa gypsum,” kata juru bicara perusahaan itu.

Awak kapal yang selamat kemudian menghubungi petugas setempat. Tim darurat dari J.J. Ugland telah bekerja sama dengan pihak berwenang setempat untuk penanganan kasus ini.

Teluk Guinea yang terbentang dari Kamerun hingga Liberia merupakan salah satu dari wilayah laut paling berbahaya di dunia. Hal ini diperkuat dengan laporan yang dirilis Biro Maritim Internasional (IMB) pada Juli lalu bahwa wilayah Teluk Guinea merupakan pusat dari kegiatan pembajakan laut di dunia.

Laporan ini juga mengatakan 73 persen dari semua penculikan di laut dan 92 persen dari penyanderaan terjadi di Teluk Guinea di lepas pantai Nigeria, Guinea, Togo, Benin dan Kamerun dari Januari hingga Juni tahun ini.

Dilaporkan pada bulan 8 beberapa penculikan terjadi di kawasan itu, ada delapan anggota awak yang diculik dari kapal milik Jerman di Kemarun dan 10 pelaut Turki di lepas pantai Nigeria pada bulan Juli.

“Wilayah laut di sekitar Afrika Barat tetap menjadi wilayah perairan paling berbahaya di dunia karena pembajakan,” kata organisasi nonprofit tersebut.

Sebab, serangan terhadap berbagai kapal yang lewat dan penyanderaan para awak kapal dengan motif uang tebusan sering terjadi terutama di pinggir pantai Nigeria, tempat sebagian besar perompak berasal. Umumnya serangan dilakukan dengan mengalihkan beberapa kapal selama berhari-hari yang dilanjutkan dengan menjarah seluruh isi kapal dan meminta uang tebusan sebelum membebaskan para awak kapal.