Kenaikan Gaji di Sektor Digital dan Teknologi Bisa Mencapai 50% di Tahun Depan

Kenaikan Gaji di Sektor Digital dan Teknologi Bisa Mencapai 50% di Tahun Depan – Indonesia akan mengalami peningkatan yang cukup besar dalam pertumbuhan sektor digital dan teknologi tahun depan, khususnya dalam teknologi keuangan, yang berpotensi meningkatkan gaji para profesional hingga 50 persen di sektor-sektor tersebut, sebuah laporan menunjukkan.

Laporan Michael Page Indonesia Salary Benchmark 2020 menemukan bahwa para profesional yang berahli pekerjaan di sektor digital dan teknologi pada tahun 2020 diperkirakan akan menikmati kenaikan 15 hingga 50 persen.

Peningkatan ini sebagian besar dipicu oleh pemerintah yang lebih tinggi dari berbagai posisi di sektor ini, seperti kepala teknik, digital, analis data, manajer pemasaran digital dan manajer produk.

Segmen dalam teknologi keuangan, seperti pembayaran digital, telah banyak digunakan oleh konsumen Indonesia dan beberapa perusahaan dengan fitur e-wallet telah menjadi sangat populer, seperti Gopay, Ovo dan Dana. Pertumbuhan industri dompet digital akan menghasilkan lebih banyak peluang kerja dan kenaikan gaji di masa depan, menurut laporan itu.

“Sepanjang 2019, kami telah melihat industri teknologi menghasilkan peningkatan permintaan bagi ilmuwan Big Data dan pakar keamanan siber,” kata associate director Michael Page Indonesia Imeiniar Chandra seperti dikutip dari pernyataan pers.

Setelah pemilihan umum Indonesia dan Presiden Jokowi pembentukan Kabinet kedua Jokowi, pertumbuhan bisnis dan investasi akan tumbuh pada tingkat yang lebih tinggi pada tahun 2020 dibandingkan di tahun-tahun sebelumnya, menurut laporan tersebut.

“Sementara tiga fungsi perekrutan yang paling aktif dan teknik, penjualan dan pemasaran, industi digital dan teknologi selalu mencari insinyur dan manajer produk yang kuat. Ini adalah sesuatu yang harus diantisipasi semua kandidat juga, “kata Imeinar.

Imeiniar juga menggarisbawahi pentingnya para profesional Indonesia untuk memahami dinamika bisnis dan mengingatkan tenaga kerja negara untuk belajar soft skill seperti komunikasi, manajemen konflik, manajemen konflik, manajemen perubahan dan pembangunan hubungan.

“Tahun depan kami juga akan menyaksikan kebangkitan sektor-sektor baru seperti teknologi pertanian, logistik, pendidikan dan perawatan kesehatan, “kata Presiden Direktur Michale Page Indonesia Olly Riches seperti dikutip dari pernyataan pers.

Sementara itu, laporan itu juga menunjukkan bahwa para profesional di bisnis dan jasa keuangan serta industri ritel diperkirakan akan menikmati kenaikan gaji 25 persen tahun depan.

Selain itu, karyawan di segmen properti dan konstruksi diperkirakan akan mengalami kenaikan gaji 20 hingga 35 persen tahun depan, terutama untuk pencari kerja dengan pengalaman sipil dan desain campuran, penjualan real estat komersial, dan sertifikat Project Management Professional (PMP).

Selain itu inverstasi eropa baru-baru ini dalam energi terbarukan dan operasi pengeboran di Indonesia telah mendorong permintaan akan talenta baru di sektor minyak dan gas yang terbarukan. Profesional yang bekerja di segmen tersebut diharapkan menikmati kenaikan gaji 10 hingga 15 persen di tahun 2020.

Laporan itu juga mensurvei responden tentang optimisme mereka terhadap prospek karir mereka tahun depan. Berdasarkan hasil, 73 persen responden percaya mereka akan menemukan pekerjaan baru dalam waktu tiga bulan, sementara 61 persen responden memandang diri mereka menikmati kemajuan karier yang lebih baik tahun depan.

“Kabar baiknya adalah dalam hal stabilitas makroekonomi, ukuran pasar, dan profil demografis. Indonesia dengan tepat merangkul gelombang optimisme dan investasi yang akan mendorong negara ini ke ketinggian baru dalam dekade baru, “kata Olly.