Lebih dari 70 Gempa Susulan Setelah Gempa Berkekuatan 7,1 di Sulawesi Utara, Maluku Utara

Lebih dari 70 Gempa Susulan Setelah Gempa Berkekuatan 7,1 di Sulawesi Utara, Maluku Utara – Gempa berkekuatan 7,1 yang mengguncang daerah di Maluku Utara dan Sulawesi Utara diikuti oleh puluhan gempa susulan dalam waktu sekitar sembilan jam setelah gempa pada Kamis malam, demikian laporan sebuah badan pemerintah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa itu terasa pada pukul 11:17 malam. Waktu Jakarta dengan pusat gempa terletak sekitar 134 kilometer barat laut Jailolo, Maluku Utara, dan dengan kedalaman 73 kilometer.

Badan tersebut juga mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk pantai kedua provinsi sebagai tanggapan terhadap gempa, yang juga terasa di ibu kota Sulawesi Utara yaitu Manado, Gorontalo serta Jailolo dan Ternate di Maluku Utara. Peringatan itu dicabut pada Jumat pagi dini hari.

BMKG telah mencatat setidaknya 79 gempa susulan pada pukul 9 pagi pada hari Jumat, Kantor Berita Antara melaporkan.

“Gempa terkecil diukur pada kekuatan 3,1 dan terbesar 6,1. Gempa susulan itu berada di dekat pusat gempa, ”kata kepala data dan informasi Stasiun Geofisika Winangun Edward H Mengko di Manado.

Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan belum ada laporan kerusakan infrastruktur atau korban. Personil BNPB, polisi dan militer saat ini sedang mensurvei kondisi pascagempa untuk memeriksa kerusakan.

“Warga seharusnya tidak panik atau dipengaruhi oleh berita yang salah dan tidak bertanggung jawab. Pastikan untuk mengikuti berita resmi dari lembaga terkait seperti BMKG, BNPB, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), lembaga provinsi dan otoritas lainnya, ”kata Agus dalam pernyataan tertulis pada hari Jumat.

Namun, KompasTV melaporkan bahwa beberapa bangunan di area Boulevard Jl. Pierre Tendean, termasuk mal Manado Town Square di Manado, telah rusak oleh gempa, dengan jendela kaca yang tampak rusak.

Menurut BPBD Halmahera Barat di Maluku Utara, belum ada laporan kerusakan atau korban, dan penduduk telah kembali ke rumah mereka dan melanjutkan kegiatan normal mereka.

Kepala BPBD Halmahera Barat, Imron Loloroi, mengatakan bahwa badan tersebut melanjutkan patroli dan survei lokasi di lapangan. Menurut BPBD Ternate di Maluku Utara, penduduk telah melanjutkan kegiatan normal mereka dan agensi terus mensurvei kemungkinan kerusakan.

Ternante BPBD melaporkan bahwa penduduk yang menghindari pantai telah kembali ke rumah mereka tetapi menyarankan mereka untuk waspada terhadap gempa susulan.

Dua orang yang diidentifikasi sebagai Delvi Peo dan Mesin Bunga, keduanya adalah warga Kabupaten Batang Dua di Ternate, telah terluka dalam bencana itu, kata BNPB. Gempa juga merusak beberapa bangunan di Ternate, termasuk enam rumah dan dua gereja.

Sementara itu, di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, seorang warga yang diidentifikasi sebagai Sintia Lasik meninggal setelah menerima perawatan di Puskesmas Tombatu pada Jumat pagi. Kepala Puskesmas Tombatu John Munaiseche mengatakan dia kemungkinan menderita serangan jantung akibat goncangan gempa.

“Menurut informasi kami, pasien memiliki riwayat penyakit jantung. Selama gempa, pasien terkejut dan dibawa ke Tombatu Pusekesmas untuk menerima perawatan, ”katanya.

“Kami melakukan yang terbaik untuk menyediakan perawatan medis, tetapi pasien tidak dapat diselamatkan.”

Beberapa bangunan di kabupaten itu juga dilaporkan rusak.

“Kami masih mensurvei dampak gempa ini. Kami akan segera mengumumkannya, ”kata sekretaris BPBD Minahasa Tenggara Jolly Tumiwa.