Mantan Menteri Olah Raga Imam Nahrawi Didakwa karena Menerima Suap Rp 20 Miliar

Mantan Menteri Olah Raga Imam Nahrawi Didakwa karena Menerima Suap Rp 20 Miliar – Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mendakwa mantan menteri pemuda dan olah raga Imam Nahrawi karena menerima suap Rp 11,5 miliar (US $ 840.280) dan tambahan Rp 8,64 miliar gratifikasi dari sejumlah menteri dan pejabat Dewan Olahraga Indonesia (KONI).

“Terdakwa Imam Nahrawi, yang menjabat sebagai menteri pemuda dan olah raga dari 2014 hingga 2019 bersama Miftahul Ulum, menerima hadiah uang tunai Rp11,5 miliar dari sekretaris jenderal KONI Ending Fuad Hamidy dan bendahara umum KONI Johhny E Awuy,” jaksa penuntut KPK Ronald Worotikan membacakan selama sidang dakwaan Imam di Pengadilan Tipikor Jakarta pada hari Jumat, seperti dikutip oleh kantor berita Antara.

Jaksa penuntut mengatakan bahwa suap itu dimaksudkan untuk mempercepat persetujuan dan pencairan hibah negara yang diusulkan oleh KONI kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga pada tahun 2018.

Imam menjabat sebagai menteri pemuda dan olah raga pada 27 Oktober 2014, dan menunjuk Miftahul yang telah menjadi teman dekat dan sopirnya sejak 2011 sebagai asisten pribadinya.

“Terdakwa memperkenalkan Miftahul Ulum ke sejumlah pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga, menyarankan agar mereka berkonsultasi terlebih dahulu dengan Miftahul jika ada sesuatu yang mereka ingin sampaikan kepada terdakwa,” kata Ronald.

Imam didakwa berdasarkan Pasal 20 UU Pemberantasan Korupsi 2001, yang melarang pegawai negeri dan pejabat negara menerima hadiah atau janji dengan imbalan menyalahgunakan kekuasaan mereka dan dijatuhi hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Imam tidak mengajukan keberatan resmi terhadap dakwaan tersebut tetapi mengatakan bahwa ia akan menyampaikan sisi ceritanya nanti dalam persidangan.

“Untuk mengungkap kebenaran, saya meminta persidangan berlanjut ke tahap argumentasi. Tapi saya akan sangat keberatan dengan dakwaan, dan saya akan menyatakan bahwa ketika saya mengajukan pembelaan saya, “kata Imam dalam persidangan.

Tim jaksa sebelumnya telah menunjuk Imam dalam daftar dugaan penerima suap dari Komite Olahraga Nasional (KONI) ke kementerian selama persidangan sekretaris jenderal komite Ending Fuad Hamidy di Pengadilan Tipikor Jakarta tahun lalu.

KPK telah mengintogerasi salah satu peraih medali emas Olimpiade Athena Indonesia tahun 2004, Taufik Hidayat sebagai saksi dalam kasus suap.