Mengetahui Jenis Colokan di Berbagai Negara

Mengetahui Jenis Colokan di Berbagai Negara – Apa barang yang wajib dibawa ketika pergi berlibur? Pakaian? Obat-obatan? Atau Gadget? Sepertinya, kesemua barang yang kami sebutkan tadi penting semua. Jika Anda pergi berlibur ke luar negeri pastinya Anda sudah mengetahui bahwa colokan mereka berbeda dari Indonesia. Maka dari itu Anda perlu mencari tahu dahulu bagaimana bentuk socket listrik di negara tujuan Anda. Karena colokan listrik memiliki fungsinya yang sangat penting sebab banyak perlengkapan kita yang sangat bergantung dengan listrik. Dari mulai ponsel, kamera, hingga laptop pasti selalu membutuhkan pasokan listrik saat kita dalam perjalanan. Namun, kamu perlu tahu bahwa tidak setiap negara memiliki jenis colokan listrik yang sama. Banyak di antaranya yang bahkan jenisnya sangat jarang ditemukan selain hanya di negara tertentu.Apakah Anda belum tau tentang jenis colokan listrik berbagai negara? Jangan khawatir, mari simak penjelasan selengkapnya mengenai jenis colokan listrik yang ada di berbagai negara di bawah ini.

1. Steker dan Socket Tipe A, Jenis Colokan Listrik Yang Biasa Ada Di Benua Amerika

Steker tipe A memiliki 2 kaki pipih. Biasanya digunakan di USA, Kanada, Mexico dan Jepang. Umumnya, tegangan yang digunakan ialah 100 Volt sampai 127 Volt dengan besar arus yang mengalir ialah 15 Ampere. Untuk socketnya hanya cocok dipasangkan dengan steker tipe A saja.

2. Steker dan Socket Tipe C, Jenis Colokan Listrik Yang Juga Bisa Ditemukan Di Indonesia

Steker tipe C memiliki 2 kaki bulat. Biasanya digunakan di Eropa, Amerika Selatan, dan Asia. Umumnya, tegangan yang digunakan ialah 220 Volt sampai 240 Volt dengan besar arus yang mengalir ialah 2,5 Ampere. Untuk socketnya cocok dipasangkan dengan steker tipe C saja.

3. Steker dan Socket Tipe B, Salah Satu Jenis Colokan Listrik Yang Ada Di Amerika Yang Juga Harus Anda Tau

Steker tipe B memiliki 2 kaki pipih dan 1 kaki bulat. Biasanya digunakan di USA, Kanada, Mexico dan Jepang (sama seperti tipe A). Umumnya, tegangan yang digunakan ialah 100 Volt sampai 127 Volt dengan besar arus yang mengalir ialah 15 Ampere. Untuk socketnya cocok dipasangkan dengan steker tipe A dan tipe B.

4. Steker dan Socket Tipe E, Jenis Colokan Listrik Yang Wajib Diketahui Bila Ingin Berlibur Ke Negara Eropa

Steker tipe E memiliki 2 kaki bulat dan 1 lubang. Biasanya digunakan di Prancis, Belgia, Polandia, Slovakia dan Republik Ceko. Umumnya, tegangan yang digunakan ialah 220 Volt sampai 240 Volt dengan besar arus yang mengalir ialah 16 Ampere. Untuk socketnya cocok dipasangkan dengan steker tipe C, tipe E dan tipe F.

5. Steker dan Socket Tipe G, Jenis Colokan Listrik Yang Biasanya Ditemukan Di Inggris, Malaysia, Hingga Negara Singapura

Steker tipe G memiliki 1 kaki pipih vertikal dan 2 kaki pipih horizontal yang sejajar. Biasanya digunakan di United Kingdom, Irlandia, Malta, Malaysia dan Singapura. Umumnya, tegangan yang digunakan ialah 220 Volt sampai 240 Volt dengan besar arus yang mengalir ialah 13 Ampere. Untuk socketnya cocok dipasangkan dengan steker tipe G saja.

6. Steker dan Socket Tipe F, Jenis Colokan Listrik Orang Rusia Dan Sebagian Benua Eropa

Steker tipe F memiliki 2 kaki bulat. Biasanya digunakan di Eropa dan Russia (kecuali di United Kingdom dan Irlandia). Umumnya, tegangan yang digunakan ialah 220 Volt sampai 240 Volt dengan besar arus yang mengalir ialah 16 Ampere. Untuk socketnya cocok dipasangkan dengan steker tipe C, tipe E dan tipe F.

7. Steker dan Socket Tipe K, Jenis Colokan Listrik Yang Bisa Anda Temui Di Sebagian Besar Wilayah Denmark Dan Juga Greenland

Steker tipe K memiliki 2 kaki bulat dan 1 kaki setengah lingkaran. Biasanya digunakan di Denmark dan Greendland. Umumnya, tegangan yang digunakan ialah 220 Volt sampai 240 Volt dengan besar arus yang mengalir ialah 16 Ampere. Untuk socketnya cocok dipasangkan dengan steker tipe E, tipe F, dan tipe K.

8. Steker dan Socket Tipe I, Meskipun Jarang Ditemukan Di Indonesia, Benua Australia, China, Dan Argentina Menggunakan Jenis Colokan Listrik Yang Satu Ini

Steker tipe I memiliki 2 jenis steker, yaitu 1 kaki pipih vertikal dan 2 kaki pipih diagonal yang saling bertolak belakang atau 2 kaki pipih diagonal saja tanpa 1 kaki pipih vertikal. Biasanya digunakan di Australia, New Zaeland, China dan Argentina. Umumnya, tegangan yang digunakan ialah 220 Volt sampai 240 Volt dengan besar arus yang mengalir ialah 10 Ampere. Untuk socketnya cocok dipasangkan dengan steker tipe I saja.

9. Steker dan Socket Tipe L, Wajib Diketahui Bila Ingin Mampir Ke Italia Dan Chili

Steker tipe L memiliki 3 kaki bulat sejajar. Biasanya digunakan di Italia dan Chili. Umumnya, tegangan yang digunakan ialah 220 Volt sampai 240 Volt dengan besar arus yang mengalir ialah 10 Ampere dan 16 Ampere. Untuk steker dengan arus 10 Ampere, socket tipe L cocok dipasangkan dengan steker tipe C dan L. Sedangkan steker dengan arus 10 Ampere, socket tipe L ini hanya cocok dipasangkan dengan steker tipe L saja.

10. Steker dan Socket Tipe N, Bentuknya Memang Agak Nyentrik, Namun Di Brazil Ini Hal Yang Biasa Saja

Steker tipe N memiliki 3 kaki bulat. Biasanya digunakan di Brazil. Umumnya, tegangan yang digunakan ialah 100 Volt sampai 240 Volt dengan besar arus yang mengalir ialah 10 Ampere dan 20 Ampere. Untuk socketnya cocok dipasangkan dengan steker tipe C dan tipe N.

Terlihat kecil dan sepele, namun sangat mengganggu ya jika sampai terjadi Anda tidak bisa mengisi daya baterai hanya dikarenakan jenis colokan listrik Anda tidak cocok dengan socket di tempat berlibur. Itulah tadi 10 jenis colokan listrik dari berbagai negara yang perlu Anda ketahui. Jangan sampai lupa untuk menyesuaikannya ya.