Mobil Listrik Murah Dikarenakan ‘Diskon NJKB’

Mobil Listrik Murah Dikarenakan ‘Diskon NJKB’ – Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) memiliki Insentif buat kendaraan listrik murni, yaitu diskon Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) dianggap produsen otomotif sanggup menekan harga jual. Insentif itu dikatakan bakal terasa buat konsumen otomotif.

“Insentif itu akan di rampungkan pada penetapan NJKB 2020” Ujar Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kemendagri. Meski begitu seberapa besar diskonnya masih belum di tentukan.

NJKB Merupakan harga saat kendaraan itu berstatus off the road. Bila ingin merubah kendaraan menjadi status on the road maka akan di kenakan pajak-pajak seperti Bea Balik Nama (BBN), Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

“Insetif seperti itu memang membantu ke konsumen agar bisa masuk,” kata Direktur Marketing dari Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra ketika kita temui di Lembang, Jawa Barat, Kamis (10/10). Menurut Amelia apabila NJKB lebih murah, maka harga on the road yang di tawarkan ke konsumen juga akan menyusut.

Contohnya di Jakarta saat ini harga kendaraan baru on the road otomatis dikenakan BBN sebesar 10 persen, PPN sebesar 10 persen, dan PKB sebesar 2 persen. Perhitungan ketiga pajak itu dihitung berdasarkan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB).

“NJKB ini dasar perhitungan pajak yang harus konsumen bayarkan. Kalau itu dikecilkan maka harga yang konsumen bayarkan lebih kecil. Konsumen yang untung di sini,” kata Amelia. Untuk perusahaan Daihatsu masih belum tertarik untuk Mobil Listrik Murni

Amelia mengatakan bahwa Daihatsu masih belum ingin masuk ke pasar mobil murni listrik walaupun pemerintah sudah menyiapkan banyak insentif khusus. Menurut Amelia, sambil menunggu untuk aturan turunan kendaraan listrik pihaknya akan membenahi diri terlebih dahulu terutama dengan fasilitas produksi mobil listrik tersebut,

Amelia juga menjelaskan elektrifikasi Daihatsu akan berjalan secara bertahap. Dimulai dari hybrid, plug-in hybrid, dan baru setelahnya murni listrik.

“Ya walaupun masih bertahap, kalau tidak bertahap fasilitasnya pun masih kurang mendukung, kami mesti pelan-pelan dalam menyiapkan semua fasilitas. Hybrid setelah itu baru plug-in-hybrid baru masuk ke baterai,ucap Amelia.