Pelatih Balap Sepeda Asian Games Ditangkap Polisi Pakai Sabu di Hotel

Pelatih Balap Sepeda Asian Games Ditangkap Polisi Pakai Sabu di Hotel – Mantan atlet balap sepeda era tahun 1997/98 berinisial V diamankan polisi atas dugaan kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Penangkapan dilakukan di sebuah hotel di kawasan Pulomas, Jakarta Timur pada Jumat (11/10).

V tercatat sebagai mantan atlet balap sepeda era 1997-1998, serta pelatih atlet balap sepeda pada Asian Games Jakarta 2018. Dan kabarnya V juga disebut-sebut sebagai pelatih nasional SEA Games 2019 Filipina.

“Kami tangkap di hotel kamar 316 karena adanya informasi dari masyarakat yang diterima polisi yang menyebut mantan atlet dan pelatih balap sepeda di Asian Games diduga mau mengkonsumsi barang terlarang,” ujar Afandi saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (16/10/2019).


Aparat lantas melakukan penyamaran. Pura-pura jadi petugas hotel, aparat lantas mendatangi kamar V. Kemudian petugas mengetok pintu dan dibuka oleh V. Seketika V pun diamankan tanpa perlawanan. Dia hanya seorang diri saat diamankan.

Saat penangkapan, polisi menemukan sabu seberat 0,2 gram dan alat hisapnya. Usai menjalani pemeriksaan urine, V dinyatakan positif menggunakan sabu.

“Dari tangan dia kita amankan BB sabu sekitar 0,2 bekas pakai. Terus kita cek urin positif dan dia kita amankan sendiri dan kita bawa ke kantor, kita periksa,” kata Afandi.

Saat ini, petugas memeriksa intensif V di Markas Polres Metro Jakarta Pusat, guna menyelidiki pemasok sabu.

Afandi menyebut, V membeli sabu seharga Rp 400 ribu oleh seorang pengedar yang masuk daftar buruan polisi. Saat diperiksa, V mengaku menggunakan sabu karena sepi pekerjaan.

Budi Saputra selaku Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PB ISSI, mengaku belum mengetahui peristiwa tersebut. Dia akan mencari kebenaran dari pemberitaan yang sedang beredar ini.

Jika benar pelatih yang tertangkap itu merupakan pelatih bagian dari Timnas balap sepeda, dia akan mengambil langkah tegas. Tapi, Budi belum bersedia membeberkan detail rencana tersebut.

“Kami bertindak tegas dan akan menentukan langkah selanjutnya jika pelatih yang dimaksud benar berada di bawah naungan PB ISSI,” ujar dia.