Pemburu Terkenal Asal India Ditahan Polisi karena Membunuh & Makan Penis Beruang

Pemburu Terkenal Asal India Ditahan Polisi karena Membunuh & Makan Penis Beruang – Seorang pria berkewarganegaraan India yang merupakan seorang pemburu harimau terkenal ditangkap polisi India karena telah membunuh dan memakan penis beruang sloth. Pria India tersebut bernama Yarlen dilaporkan sudah diburu selama bertahun-tahun.

Polisi India langsung bergerak cepat ketika terjadi penemuan bangkai beruang tanpa penis di taman nasional seperti Diberitakan BBC Kamis (24/10/2019).

Ritesh Sirothia dari Departemen Kehutanan Madhya Pradesh mengatakan, suku Pardhi-Behelia yang nomaden percaya penis beruang sloth dapat meningkatkan ketahanan seksual.

Suku Pardhi-Behelia yang berada di bagian selatan Madhya Pradesh memang bermukim di dalam hutan dan kebanyakan masih aktif dalam berburu.

Yarlen yang ditahan pada 19 Oktober di Negara Bagian Gujarat akibat kasus membunuh beruang, ia juga terlibat dalam perdagangan harimau di pusat India.

“Selain karena itu, Yarlen juga merupakan seorang pemburu yang cukup terkenal terlebih dalam kasus pemburuan harimau beberapa waktu lalu,” ia menambahkan.

Yarlen menggunakan beberapa identitas berbeda untuk menghindari penangkapan.

“Kami menciptakan operasi khusus untuk melacaknya dan menangkapnya. Itu adalah pengejaran terpanjang kami, berlangsung selama enam tahun,” kata Sirothia, yang memimpin satuan tugas khusus departemen kehutanan.

Dia juga sedang diselidiki karena membunuh harimau betina di Pench Reserve, Madhya Pradesh, pada 2012. Setahun kemudian, hewan itu ditemukan dari sejauh 1.500 kilometer atau di Nepal.

Sebelumnya Yarlen pernah ditangkap pada tahun 2013 setelah aparat menemukan ada dua bangkai sloth bear di Taman Nasional Kanha tanpa penis dan empedu. Akibat perbuatannya dia sempat menghabiskan satu tahun di penjara sebelum bebas bersyarat dan kabur.

Sirothia mengatakan bahwa akan ada enam kasus yang dituduhkan kepada Yarlen di negara bagian Maharashtra dan Madhya Pradesh di bawah Cites (Konvensi Perdagangan Internasional untuk Spesies Fauna dan Flora Liar yang Terancam Punah). Tiga dari kasus tersebut merupakan kasus perburuan harimau.

India merupakan rumah bagi hampir 75 persen dari total populasi harimau di dunia atau 2.967 ekor. Menurut data pemerintah, 500 ekor harimau di antaranya berada di Madhya Pradesh sekaligus menempati urutan teratas sebagai rumah bagi hewan omnivora itu.

India juga di antara 12 negara yang berkomitmen untuk menggandakan populasi harimau pada 2022, sesuai program TX2 World Wildlife Foundation.

Seorang pejabat departemen kehutanan di Madhya Pradesh mengatakan, selain penis, pelaku juga mengambil kantung emepedu lalu menjualnya kepada para pengusaha di seluruh India dengan berharga tinggi di pasar gelap dunia.