Pemimpin Hong Kong dan Polisi Minta Maaf Atas Insiden Penyiraman Masjid

Pemimpin Hong Kong dan Polisi Minta Maaf Atas Insiden Penyiraman Masjid – Jalan-jalan di Hong Kong terlihat kacau setelah unjuk rasa pro-demokrasi yang tidak mendapatkan izin untuk berdemonstrasi. Mereka akhirnya memalang jalan, seperti dilaporkan The Washington Post, Minggu (20/10).

Jumlah peserta unjuk rasa yang membludak, diperkirakan mencapai 350.000 orang termasuk keluarga, anak-anak dan orang tua, semakin menunjukkan gerakan pertahanan yang kuat dalam menghadapi pemerintah dan kepolisian.

Para pengunjuk rasa merusak tempat usaha yang dianggap mendukung Beijing. Mereka melemparkan bom molotov ke kantor polisi, membakar barikade dan menghancurkan stasiun kereta bawah tanah secara anarkis seperti yang telah terjadi beberapa bulan terakhir.

Melihat pengunjuk rasa yang anarkistis dan puluhan pengunjuk rasa melarikan diri ke sebuah masjid kemudian kepolisian Hong Kong menembakkan meriam air yang berisi cairan biru yang juga diarahkan ke pintu masuk dan tangga depan masjid. Akibatnya, hal ini juga menimpa sekelompok demonstran dan penjaga di luar masjid Kowloon yang kemudian membuat mereka sesak nafas dan muntah.

Otoritas Hong Kong menyebutkan hal ini sebagai ketidaksengajaan dan mereka segera meminta maaf.

Masyarakat Hong Kong bekerja sama melakukan pembersihan setelah masjid tersebut ternoda akibat cat biru yang ditembakkan dari truk kontrol massa kepolisian.

Namun, pada Senin Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam Cheng Yuet-ngor dan Komisioner Kepolisian Hong Kong, Stephen Lo Wai-chung mengunjungi tempat ibadah itu sehari setelah kerusuhan meletus di Tsim Sha Tsui dan daerah sekitarnya. Keduanya bertemu dengan anggota Islamic Trust, kelompok komunitas Muslim lokal, di Masjid Kowloon.

“Kepala eksekutif dan komisaris polisi semua berkata, ‘Telah terjadi kesalahan dan kami mohon maaf untuk itu’,” kata Sekretaris Islamic Trust, Said Uddin seperti dilansir South China Morning Post, Senin (21/10/2019).

Mereka bersikeras kejadian di Masjid Kowloon, masjid terbesar di Hong Kong, itu adalah sebuah kecelakaan.

Khan seorang pengusaha Muslim setempat yang turut menjadi salah satu korban dalam insiden itu mngatakan kepada wartawan bahwa insiden itu merupakan penghinaan terhadap Islam. Dia menambahkan “Apakah mereka tidak tahu apa artinya penghargaan terhadap agama? Bukankah Hukum Dasar mengatakan kita memiliki kebebasan beragama?”

Sementara itu Ketua Islamic Trust, Zoheir Tyebkhan menambahkan bahwa kelompoknya meminta komunitas Islam lokal untuk tetap tenang.

Sementara itu, Kepala Imam Masjid, Muhammad Arshad mengatakan permintaan maaf “diterima.” Ia juga berharap komunitas Islam dapat terus hidup di Hong Kong dengan damai.