Pemimpin ISIS Dilaporkan Tewas dalam Serangan AS di Suriah

Pemimpin ISIS Dilaporkan Tewas dalam Serangan AS di Suriah – Amerika Serikat (AS) telah melakukan serangan di Suriah dan menargetkan pemimpin Islamic State in Iraq and Syria (ISIS). Diduga Pimpinan ISIS tersebut tewas dalam serangan yang dilancarkan militer Amerika Serikat di barat laut Suriah, Sabtu (26/10).

Laporan tersebut mencatat bahwa serangan itu terjadi di provinsi Idlib, yang saat ini dikendalikan oleh milisi Islam Suriah, termasuk Hayat Tahrir al-Sham – bekas Front Nusra – yang bentrok dengan ISIS dalam beberapa tahun terakhir.

Media AS Newsweek, mengutip seorang narasumber pejabat lain, melaporkan bahwa Abu Bakr al-Baghdadi tewas dalam serangan itu. Namun, kabar tersebut masih diverifikasi, untuk memastikan identitas Baghdadi, saat ini tengah dilakukan tes DNA dan biometrik.

Seorang pejabat senior Pentagon dan seorang pejabat Angkatan Darat AS mengatakan bahwa Baghdadi adalah target operasi rahasia di provinsi Idlib Suriah.

Baghdadi sudah lama dianggap bersembunyi di suatu tempat di sepanjang perbatasan Irak-Suriah. Dia telah memimpin kelompok itu sejak 2010, ketika itu masih merupakan cabang bawah tanah Al Qaeda di Irak.

Baghdadi diyakini sebagai pemimpin kelompok ISIS yang paling dicari selama lima tahun terakhir. Pejabat pertahanan menyebut CIA juga turut membantu perburuan pemimpin ISIS tersebut.

Baghdadi diketahui telah menjadi pemimpin Negara Islam Irak (ISI) sejak 2010. Kemudian pada 2013 Baghdadi mengatakan bahwa kelompoknya dikenal sebagai Negara Islam di Irak atau ISIS.

Terkait hal ini, juru bicara Gedung Putih Hogan Gidley mengumumkan pada hari Sabtu malam bahwa Presiden AS Donald Trump akan membuat “pernyataan utama” pada pukul 9:00 EST (1300 GMT) pada hari Minggu (27/10).

Pengumuman akan dibuat di Ruang Resepsi Diplomatik, lokasi yang sama di mana Trump mengumumkan pada 23 Oktober untuk mencabut sanksi yang dijatuhkan terhadap Turki setelah negara itu memenuhi perjanjian gencatan senjata dengan pasukan Kurdi di Suriah.

Gidley tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang topik pernyataan Trump. Trump memberikan indikasi bahwa ada sesuatu yang terjadi lebih awal pada Sabtu malam ketika dia berkicau di Twitter tanpa penjelasan.

“Sesuatu yang sangat besar baru saja terjadi!” kicau Trump di akun pribadinya. Namun, diketahui bahwa twit tersebut juga terkait dengan rencana pemakzulannya. Tweet ini berhasil menuai 66.000 komentar.

Jika serangan itu berhasil, al-Baghdadi akan menjadi pemimpin teroris peringkat tertinggi yang terbunuh atau ditangkap oleh AS sejak Osama bin Laden terbunuh pada tahun 2011.

Penangkapan atau pembunuhan al-Baghdadi akan menjadi kabar positif bagi Trump, yang telah menghadapi kritik bipartisan tanpa henti menyusul pengumuman 6 Oktober bahwa ia akan menarik pasukan AS dari Suriah utara, yang kemudian membuka jalan bagi invasi Turki ke sana.

Langkah itu bahkan mendorong para pendukung Partai Republik Trump untuk mengatakan ia meninggalkan sekutu Amerika Kurdi yang telah membantu mengalahkan “kekhalifahan” ISIS.