Pencak Silat Resmi Masuk ke Dalam Warisan Dunia Tak Berwujud

Pencak Silat Resmi Masuk ke Dalam Warisan Dunia Tak Berwujud – Pencak silat merupakan seni bela diri tradisional Indonesia yang menikah dengan tarian yang telah menemukan tempat yang lebih luas dalam sebuah industri film dalam beberapa tahun terakhir, diakui pada hari Kamis sebagai bagian dari warisan dunia tak berwujud oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO).

Majelis Umum antar-kementerian UNESCO mengumumkan prasasti pencak silat ke dalam Daftar Perwakilan Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada pertemuannya di Bogota, Kolombia, kata Kamapradipta Isnomo, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri.

Panitia menemukan bahwa sikap disiplin memiliki unsur persahabatan dan membantu menjaga ketertiban sosial, baik di wilayah Indonesia, secara nasional atau bahkan internasional, kata Kama.

Masuknya pencak silat sebagai warisan budaya takbenda merupakan bukti bahwa masyarakat internasional mengakui pentingnya seni bela diri ini yang telah diturunkan di Indonesia selama beberapa generasi dan bahkan hingga hari ini, “kata direktur organisasi internasional tersebut. untuk negara berkembang.

“Indonesia berkomitmen untuk melestarikan tradisi pencak silat, tidak hanya melalui instruksinya sebagai olahraga atau seni bela diri, tetapi juga dalam seni dan budaya.”

Sebagai bentuk olahraga dan seni, pencak silat mengandung aspek pertahanan diri dan artistik. Setiap daerah di Indonesia mengejar gayanya sendiri yang berbeda sambil mempertahankan prinsip-prinsip dasar bersama.

Berbagai sekolah di seluruh nusantara membuktikan popularitas pencak silat di dalam negeri, tetapi seni bela diri telah menikmati audiensi yang lebih luas di luar Indonesia dalam beberapa tahun terakhir berkat praktisi seperti Iko Uwais, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman, yang telah muncul dalam waralaba film seperti The Raid, John Wick dan Star Wars.

Dengan masuknya pencak silat, Indonesia sekarang memiliki 10 tradisi yang diakui sebagai warisan budaya dunia: wayang (teater wayang kulit), batik Indonesia, pendidikan dan pelatihan batik, angklung (instrumen perkusi ton bambu), tarian Saman dari Aceh, dan Tas jaring noken dari Papua, tiga jenis tarian tradisional Bali, pembuatan kapal Pinisi Sulawesi Selatan dan keris.