Pengendara Moge Terancam Penjara karena Tabrak Nenek Hingga Tewas

Pengendara Moge Terancam Penjara karena Tabrak Nenek Hingga Tewas – Pengendara motor gede (moge) Harley Davidson berinisial HK berumur 47 tahun terpaksa terancam hukuman enam tahun penjara setelah Polresta Bogor Kota menetapkan sebagai tersangka. HK menabrak Siti Aisah, 22 tahun hingga tewas dan cucunya Anya Septia Mahesa 5 tahun luka parah di Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat.

“Untuk saat ini akan dilakukan proses penahanan terlebih dahulu, HK diancam hukuman enam tahun penjara,” ujar Kapolresta Bogor Kota Komisaris Besar Hendri Fiuser di Mapolresta Jalan KS Tubun, Kota Bogor, dikutip Antara, Senin (16/12).

Dia dikenakan Pasal 310 Undang-Undang Lalu Lintas, dikarenakan sudah dianggap kurang berhati-hati dalam berkendara, sehingga menewaskan nenek Siti Aisah dan menyebabkan cucu almarhumah luka parah.

“Proses hukum yang lainnya sudah berlanjut, barang bukti sudah ditahan dan sedang dalam proses pemenuhan berkas perkara,” kata Hendri.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (15/12) pagi ketika nenek Siti Aisah dan cucunya Anya Septia Mahesa ingin menyebrang di Jalan Pajajaran dekat Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bogor.

Kemudian, HK yang mengendarai moge jenis Harley Davidson dengan nomor polisi B 4754 NFE menabrak hingga kendaraannya terjatuh. Oleh karena kejadian itu yang membuat Siti Aisah meninggal dunia saat menerima perawatan di RS PMI. Sang cucu, Anya hanya mengalami luka-luka saja, sehingga harus menerima perawatan secara intensif di RS yang sama.

Terpisah, suami Siti Aisah, Sahroni (58) mendatangi kantor Polresta Bogor Kota pada Senin siang untuk mencabut laporan atas kejadian yang menewaskan istrinya dan membuat cucunya luka-luka itu.

“Kemarin kami sudah menyampaikan ini adalah musibah ya memang harus sabar, namanya ini musibah kan. Sekarang ya kita minta secara kekeluargaan. Iya kami akan mencabut berkas laporan, keluarga saya sudah ikhlas semua,” ujarnya kepada wartawan.

Menurutnya, pengendara Harley Davidson tersebut siap bertanggung jawab untuk menanggung biaya pengobatan cucunya dan pemakaman istrinya.

“Alhamdulillah yang menanggung semua biaya pemakaman dan yang mengurus biaya rumah sakit itu pihak keluarga pengendara,” kata Sahroni.