Perselingkuhan Berujung Maut Bagi Bapak dan Anak

Perselingkuhan Berujung Maut Bagi Bapak dan Anak – Sebagai seorang bapak seharusnya bisa menjadi seseorang yang bisa melindungin seluruh anggota keluarganya. Karena bapak adalah kepala keluarga, seseorang yang bekerja mencari nafkah untuk anak dan istri.

Tetapi banyak sekarang seorang ayah bukan lagi menjadi pelindung di tengah-tengah keluarga, melainkan menjadi seseorang yang ditakuti dan seperti orang lain sendiri bagi anak dan istri. Kenapa bisa seperti itu? Banyak orang tua, terutama ayah bekerja di luar rumah mereka banyak menemukan orang-orang baru di sekelilingnya sehingga bisa merubah prilakunya yang awalnya lembut terhadap anak dan istri menjadi sangat kasar dan menakutkan.

Seperti yang terjadi di Dukuh Dongko, Desa Kebonbatu, Kabupaten Demak, Jumat (27/9) petang. Seorang ayah bernama Sapto Widodo (47) nekat menghabisi nyawa anak perempuannya yang masih berusia 3 tahun dengan cara membenturkan kepala anaknya ke dinding dan menusuk dadanya.

Setelah Sapto membunuh anaknya ia juga langsung mengakhiri hidupnya dengan cara menggorok lehernya sendiri. Sangat disayangkan hal seperti ini dialami anak yang masih di bawah umur. Anak yang masih berumur 3 tahun tidak tahu apa- apa mengenai persoalan ayah dan ibunya terpaksa harus menjadi korban pembunuhan oleh ayahnya sendiri.

“Saat ini kami masih melakukan olah TKP, mengumpulkan bukti yang terdapat di tempat kejadian, dan mengintrogasi saksi yang pertama kali melihat kejadian tersebut yakni istri tersangka dan dan anaknya,”kata Kapolres Demak AKBP Arief Bachtiar saat dikonfimasi, Jumat (27/9).

Dia mengatakan, petugas sudah melakukan olah TKP di lokasi. Dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terdapat petunjuk barang bukti, pisau dapur dan ada kertas yang bertuliskan tuduhan perselingkuhan “DENGAN BEGINI KAMU BEBAS BERSELINGKUH TANPA ADA YANG AKAN MARAH”, tulisan tersebut diduga dibuat oleh korban sebelum ia mengakhiri hidupnya serta membunuh anaknya.

Ditubuh Sapto terdapat beberapa luka sayat di tangan dan leher, sementara anak dari Sapto, balita berusia 3 tahun tersebut mengalami pendarahan di kepala bagian belakang akibat benturan keras.

Arief Bachtiar menyelidiki luka yang terdapat di tubuh anak AW merupakan aksi kekerasan anak yang dilakukan oleh ayahnya.

“Hasil dari penyidikan sementara yang didapat dari saksi-saksi olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban yang merupakan pelaku dari pembunu si korban balita, membunuh anak kandungnya dan kemudian bunuh diri dengan cara menggorok lehernya sendiri,” ujarnya.