Polisi Berhasil Bekuk 66 Warga China Tukang Tipu, Jumlahnya Dapat Terus Bertambah

Polisi Berhasil Bekuk 66 Warga China Tukang Tipu, Jumlahnya Dapat Terus Bertambah – Tim gabungan dari Polda Metro Jaya berhasil meringkus sebanyak total 66 orang warga negara China terkait kasus penipuan lewat telepon. Jumlah tersebut masih dapat bertambah karena polisi masih melakukan pengembangan kasus tersebut. Pihak Polda pastinya akan berupaya untuk mencari dan menangkap kembali para pelaku sindikat lain yang masih ada hubungannya dengan para pelaku tersebut.

“Dari seluruhnya untuk sementara data yang saya dapat ini, ada 66 warga China yang saat ini sedang kita amankan,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iwan Kurniawan kepada wartawan, Senin (25/11).

Iwan mengatakan untuk saat ini para pelaku masih diamankan di Polda Metro Jaya dan akan diperiksa lebih dalam oleh penyidik. Tetapi, dalam pemeriksaan itu, Iwan mengaku membutuhkan penerjemah bahasa untuk dapat memudahkan proses pemeriksaan tersebut.

Untuk saat ini, dia masih belum dapat untuk memberikan komentar saat ditanya alasan para warga negara China memilih Indonesia sebagai tempat melakukan aksi penipuan tersebut. Menurutnya, pihak polisi masih membutuhkan waktu dan pemeriksaan lebih lanjut terkait masalah tersebut.

“Saya masih belum dapat memberikan penjelasan terkait motif penipuan tersebut karena ini masih membutuhkan hasil dari keterangan pemeriksaan dari TKP, keterangan saksi dan tersangka, maupun informasi yang kita dapat dari korban,” kata Iwan.

Puluhan waga negara China tersebut berhasil ditangkap oleh tim gabungan Polda Metro Jaya di enam lokasi di wilayah Jakarta dan dua lokasi di Jawa Timur. Kabis Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menjelaskan bahwa dalam melakukan aksinya, para tersangka biasanya menawarkan sang korban yang ditargetkan untuk menyelesaikan suatu kasus. Korban dari aksi penipuan tersebut diketahui juga merupakan sesama warga negara China.

“Penipuan dengan menggunakan media telkom atau telpom tersebut, di mana para pelakunya warga negara asing. Pastinya rata-rata tersangka ini adalah warga negara dari China atau Tiongkok dan korban yang mereka kelabui juga tentu berasal dari negara yang sama. Kemungkinan para korban berasal dari negara asing ataupun dari negara China,” ungkap Yusri.