Polisi Menggerebek Enam Rumah Tersangka Teroris di Cirebon

Polisi Menggerebek Enam Rumah Tersangka Teroris di Cirebon – Anggota pasukan kontraterorisme Kepolisian Nasional Densus 88 dan polisi kota Cirebon menggerebek rumah-rumah dari enam tersangka teroris, Selasa, untuk menggali barang-barang yang diklasifikasikan sebagai bukti kejahatan, ungkap seorang petugas polisi.

“Upaya pencarian sedang dilakukan di rumah-rumah para tersangka, dan personil kepolisian kota Cirebon baru saja mendukung anggota tim Densus 88,” kata Kepala Polisi Kota Cirebon Ajun Komisaris Roland Ronaldy kepada wartawan pada hari Selasa.

Misi pencarian dilakukan secara bersamaan di enam wilayah berbeda di sekitar Kota Cirebon dan di sekitarnya setelah penangkapan enam tersangka teroris pada hari Senin, kata Ronaldy.

Para tersangka ditangkap di wilayah Kapetakan, Gunungjati (Cirebon), Kesambi, Lemahwungkuk, Kalijaga, dan Kecamatan Kalitanjung, katanya, seraya menambahkan bahwa semua masih berada di bawah pengawasan pasukan Densus 88, sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut.

Para tersangka itu diduga milik sebuah organisasi bernama Jamaah Ansharut Daulah (JAD), katanya.

Ronaldy belum dalam posisi untuk mengungkapkan rincian mengenai identitas para tersangka dan kemungkinan keterlibatan mereka dalam pemboman bunuh diri di Medan baru-baru ini karena penyelidik polisi masih menangani kasus ini.

Sehubungan dengan ledakan Medan pada 13 November, juru bicara Kepolisian Nasional, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo, sebelumnya telah mengkonfirmasi bahwa tim Densus 88 sampai sekarang telah menangkap 46 tersangka.

Dia membenarkan bahwa 23 dari 46 tersangka adalah anggota jaringan Sumatera Utara-Aceh, dengan empat dari mereka menyerah kepada polisi.

“Empat orang menyerah, sementara polisi mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap dua lainnya karena mereka berusaha menghentikan penangkapan dengan menggunakan senjata tajam dan senapan angin yang mengakibatkan cedera pada anggota Densus 88,” ungkapnya.

Empat tersangka lainnya ditangkap di Banten, tiga di Jakarta, sembilan di Jawa Tengah, enam di Jawa Barat, dan satu tersangka di Kalimantan Timur.

Personel pasukan Densus 88 telah bekerja erat dengan rekan-rekan mereka dari markas besar kepolisian Sumatera Utara untuk mengungkap perincian dan fakta di balik serangan bom bunuh diri di markas polisi kota Medan pada 13 November. Pembom bunuh diri itu tewas dalam ledakan yang menyebabkan enam orang luka-luka.