Presiden Jokowi Mengumumkan Nama-nama Staf Khususnya

Presiden Jokowi Mengumumkan Nama-nama Staf Khususnya – Presiden Joko “Jokowi” Widodo telah secara resmi mengumumkan nama-nama staf khusus barunya, Presiden Jokowi baru saja mengumumkan tujuh staf khusus dari milenium, yang menurutnya akan membantunya membuat dampak pada generasi muda Indonesia. Presiden juga menyebutkan bahwa orang-orang yang dipilih secara khusus ini akan menjadi mitra diskusi.

“Mereka akan memberi saya ide-ide inovatif, mencetuskan ide-ide yang akan membantu kami mencapai kemajuan,” kata presiden, Kamis, 21 November.

Setelah pengumuman kemarin, Jokowi sekarang memiliki total 14 staf khusus untuk periode 2019-2024, mereka adalah:

  1. Angkie Yudistia, pendiri Thisable Enterprise
  2. Aminuddin Ma’ruf, mantan ketua Gerakan Mahasiswa Muslim Indonesia.
  3. Adamas Belva Syah Devara, pendiri Ruang Guru.
  4. Ayu Kartika Dewi, pencipta gerakan Sabang Merauke ..
  5. Putri Indahsari Tanjung, CEO dan Pendiri Creativepreneur.
  6. Andi Taufan Garuda Putra, CEO Amarta.
  7. Gracia Billy Mambrasar, keturunan Papua dengan beasiswa Universitas Oxford.
  8. Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana, akademik.
  9. Sukardi Rinakit, seorang intelektual, staf khusus politik.
  10. Arif Budimanta, ekonom Megawati Institute, staf khusus urusan ekonomi.
  11. Diaz Hendropriyono, ketua PKPI, staf khusus masalah sosial.
  12. Dini Shanti Purwono, anggota PSI dengan gelar Harvard, staf hukum khusus.
  13. Fadjroel Rahman, staf khusus komunikasi dan komisaris PT Adhi Karya (Persero).
  14. Anggit Nugroho, asisten pribadi presiden.

Yang tujuh di antaranya adalah milenial. Mereka adalah CEO dan pendiri Creativepreneur, Putri Indahsari atau Putri Tanjung; pendiri Ruang Guru, Adamas Belva Syah Devara; pendiri Amartha, Andi Taufan Garuda Putra; Tokoh Papua, Billy Mambrasar; Penggagas gerakan Sabang Merauke; Ayu Kartika Dewi; dan pendiri Thisable Enterprise, Angkie Yudistia.

“Tugas utama mereka adalah mengembangkan inovasi di berbagai sektor,” kata Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 21 November.

Dia mengatakan ketujuh tokoh muda itu akan mengambil bagian dalam diskusi dengannya. “Mereka dapat memberikan input inovatif sehingga kami dapat mencari solusi out-of-the-box untuk mengejar kemajuan kami.”

Presiden terus mengatakan bahwa staf khusus akan berfungsi sebagai jembatan baginya untuk menjangkau kaum muda Indonesia, pelajar, dan diaspora.

Staf Khusus Milenial Jokowi Sangat Dikritik

Peneliti politik ISEAS Yusof Ishak Institute, Made Tony Supriatma, memperkirakan bahwa staf khusus Presiden Jokowi diangkat karena partisipasi mereka dalam mendukung kampanyenya.

Made juga mempertanyakan urgensi di balik keputusan ini, terutama mengingat lingkungan “kaku” yang akan dihadapi oleh staf khusus dalam pemerintah. Dia pesimis bahwa mereka akan menghadirkan perubahan sama sekali.

“Ini tidak lebih dari strategi sok murah,” kata Made Tony Supriatma hari ini, 22 November.

Peneliti juga menyoroti latar belakang staf khusus muda yang ditunjuk Joko Widodo sebagai asistennya. Dia berpendapat bahwa presiden tidak memilih mereka karena profesionalisme tetapi karena latar belakang mereka dalam mendirikan startup; Organisasi “modern”, yang menurutnya tidak mencerminkan rasa keadilan.

“Mereka semua berasal dari kelas istimewa,” katanya.

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, tujuan presiden adalah membuat staf khusus milenial ini menyederhanakan sistem birokrasi pemerintah. Selain itu, pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah melihat tujuan Jokowi adalah untuk memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam pemerintahan. Diharapkan bahwa partisipasi mereka akan memicu inovasi dan terobosan baru mengenai kebijakan publik atau pemerintahan.

Namun, Trubus memiliki pesimisme yang sama dengan Made Tony Supriatma, dengan mengatakan bahwa staf milenial akan menghadapi budaya birokrasi feodal di dalam kementerian dan lembaga pemerintah.

“Mereka akan menghadapi masalah dalam berkoordinasi,” katanya.