Pria Singapura yang sebelumnya diduga COVID-19 dimakamkan di Batam

Pria Singapura yang sebelumnya diduga COVID-19 dimakamkan di Batam – Seorang pria Singapura yang diduga mengidap coronavirus novel yang menyebabkan penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) tetapi dilaporkan meninggal karena “penyakit lain” telah dimakamkan di Batam, Kepulauan Riau, setelah berhari-hari dengan ketidakpastian mengenai pemakamannya.

Pria itu, yang diidentifikasi sebagai AA berusia 61 tahun, meninggal di Rumah Sakit BP Batam, salah satu rumah sakit rujukan di Indonesia untuk virus tersebut, setelah menunjukkan gejala yang mirip dengan COVID-19, seperti demam dan sesak napas. Akan tetapi, Dinas Kesehatan Batam mengatakan dia meninggal karena “penyakit lain” daripada COVID-19, karena hasil tes pasien untuk virus tersebut kembali negatif.

Ary Ginanjar, juru kunci di Pemakaman Umum Sambau di Batam, mengatakan ia telah menerima surat dari Rumah Sakit Polisi Bhayangkara di Kepulauan Riau yang meminta kuburan untuk menggali kuburan untuk penguburan AA pada Rabu malam – empat hari setelah kematian AA.

Dia menggambarkan upacara pemakaman sebagai “tenang dan rahasia.” The Jakarta Post hanya mengkonfirmasi penguburan pada hari Jumat.

“Pemakaman dihadiri oleh beberapa petugas polisi, istri AA dan dua putrinya,” kata Ary.

Dia menambahkan bahwa AA telah dimakamkan dengan cara Islam, karena keluarganya ingin dia dimakamkan tanpa peti mati. Upacara pemakaman berlangsung sekitar satu jam.

Pengurus kuburan melanjutkan dengan mengatakan bahwa tidak ada perlakuan khusus selama penguburan: “Itu adalah hal yang biasa. Tidak ada permintaan untuk membungkus tubuh dengan plastik. “

Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusumajadi mengatakan AA telah dimakamkan di Batam bukan di Singapura karena masalah administrasi yang mencegah jenazah dibawa ke negara asalnya.

“Singapura seharusnya tidak menolak warganya. Namun, keluarganya juga memintanya untuk dimakamkan di sini, ”Didi mengatakan kepada Post pada hari Jumat.

Kepala badan itu menepis kekhawatiran bahwa Singapura menolak membiarkan tubuh AA dimakamkan di sana karena dugaan infeksi COVID-19. “Konsulat Republik Singapura di Batam telah berusaha memfasilitasi kepulangan AA ke Singapura sebelum diputuskan untuk menguburkannya di Batam.”

Konsul Jenderal Singapura di Batam, Mark Low, menolak berkomentar mengenai masalah ini