Resmi Ahok Menjadi Komisaris Utama Pertamina

Resmi Ahok Menjadi Komisaris Utama Pertamina – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah mengkonfirmasi bahwa mantan gubernur Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama akan ditunjuk sebagai presiden komisaris baru perusahaan energi milik negara Pertamina.

“Insya Allah [insya Allah], [Presiden Joko” Jokowi “Widodo] telah memutuskan bahwa Pak Basuki akan menjadi komisaris presiden Pertamina yang baru,” kata Erick kepada pers di Istana Presiden, Jumat.

Dia mengatakan Ahok akan disertai oleh wakil menteri Budi Gunadi Sadikin, yang akan ditunjuk sebagai wakil presiden komisaris di perusahaan.

Selain itu, pengusaha yang berubah birokrat juga akan menunjuk perusahaan penyedia seluler saat ini presiden direktur Telkomsel Emma Sri Martini sebagai direktur keuangan Pertamina yang baru, menggantikan Pahala N. Mansury, yang diangkat sebagai direktur utama pemberi pinjaman milik negara Bank Tabungan Negara (BTN) ).

Kementerian juga akan menunjuk mantan wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah sebagai komisaris utama BTN untuk menggantikan Asmawi Syam.

Erick mengatakan penunjukan Pahala dan Chandra akan diumumkan secara resmi setelah rapat umum pemegang saham luar biasa BTN pada 27 November, sementara Ahok dan Emma akan segera menduduki jabatan baru mereka.

“Karena Pertamina bukan perusahaan publik, penunjukan dapat dilakukan hari ini atau Senin,” katanya.

Sepak Terjang Karir Ahok

Sebelum masuk ke BUMN, pria asal Belitung Timur itu pernah diundang menjadi Wakil Gubernur dan Gubernur DKI Jakarta. Ia juga pernah terpilih sebagai anggota DPR periode 2009-2014. Ahok pertama kali menginjakkan kaki di Ibu Kota kompilasi melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA). Ia diangkat sebagai alumni Universitas Trisakti jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral dan berhasil mendapat gelar insinyur geologi (1989).

Di tahun yang sama, Ahok pulang ke kampung halamannya dan mendirikan perusahaan bernama CV Panda yang bergerak dibidang kontraktor pertambangan PT Timah. Ia berhasil usaha selama dua tahun sampai ia menyadari hal ini tidak mampu mewujudkan visinya. Tujuannya terkendala modal dan tenaga manajemen profesional.

Alhasil, ia kembali ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi yaitu S2. Kali ini Ahok mengambil bidang manajemen keuangan di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya Jakarta.

Jerih payahnya mengenyam pendidikan di sekolah tinggi ini tidak sia-sia. Ia mendapatkan gelar Magister Administrasi Bisnis (MBA). Gelar tersebut membantu Ahok mendapatkan pekerjaan di PT Simaksindo Primadaya Jakarta.

Ia berkecimpung di dunia usaha hingga merasakah pahit manisnya di bidang itu. Pada 2003 Ahok mulai masuk ke dunia politik. Ia mengawali karir politiknya di Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB).

Kala itu, PPIB dipimpin Dr. Sjahrir. Pada Agustus 2005, Ahok sempat menjadi Bupati Belitung Timur. Karir politiknya kian moncer kompilasi ia terpilih sebagai anggota DPR periode 2009-2014. Saat itu, Ahok berseragam Partai Golkar.

Pada 2012, Ahok mengumumkan Partai Gerindra untuk bersanding dengan Jokowi sebagai calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Dalam perjalanan karir politiknya, pada 2016 Ahok sempat tersandung kasus penistaan ​​agama. Ia dibui selama dua tahun. Kini, pada 22 November 2019, Ahok resmi ditunjuk menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).