Resmi Menjadi Tahanan KPK, Imam Nahrawi Kenakan Rompi Orange

Resmi Menjadi Tahanan KPK, Imam Nahrawi Kenakan Rompi Orange – Imam Nahrawi, mantan Menpora diperiksa dalam kapistasnya sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI tahun anggaran 2018.

Saat keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mantan Menpora tersebut tampak mengenakan rompi orange yang menjadi simbol dari tahanan KPK.

Imam melakukan pemeriksaan sejak dari tadi pagi dan tampak keluar dari gedung KPK sekitar pukul 18.12 WIB. Ia langsung dibawa ke mobil tahanan yang sudah lama menunggu di lobi gedung KPK.

Imam mengatakan, ia akan mengikuti semua proses hukuman yang akan dijalaninya. Semua manusia akan menghadapi takdirnya dan semoga semua berjalan dengan baik, “ucap Imam.

Dalam penyidikan KPK menetapkan dua tersangka, yaitu Imam Nahrawi dan MIU, Asisten Pribadi Mentri Pemuda dan Olahraga, “kata Wakil Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Alexander Mareata dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jumat (27/09/2019).

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan Imam Nahrawi ditahan di rumah tahanan Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta selama 20 hari ke depan. Imam diduga sudah menerima suap sebanyak Rp 14.700.000.000 melalui Miftahul selama rentang waktu 2014 – 2018.

Selain itu dalam rentang waktu 2016 – 2018 imam juga diduga meminta uang senilai Rp 11.800.000.000

“Sehingga total dugaan imam sudah menerima Rp 26.000.000.000 tersebut diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora tahun anggaran 2018, ” ujar Alex.

Imam dijerat pasal 12 huruf a atau b atau pasal 12 B atau pasal 11 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang perubahan atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Ternyata Ada 5 Tersangka

KPK sudah lebih dulu menetapkan lima orang tersangka dalam kasus ini. Kelima orang tersebut terjaring operasi tangkap tangan tim penindakan pada tanggal 18 Desember 2018.

Kelima tersangkat tersebut adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kemenpora Adhi Purnomo (AP), Mulyana (MUL), Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy (EFH), Staf Kemenpora Eko Triyanto (ET), dan Bendahara Umum KONI Jhony E. Awuy (JEA).

Sebelumnya, Kamis (19/09/2019) Imam menggelar jumpa pers didampingi Sesmempora, Gatot Dewa Broto. Imam menyatakan resmi pamit dari Kabinet RI pimpinan Presiden Joko Widodo.

Dihadapan wartawam Imam menyatakan bahwa sejak sore ini beliau mohon pamit dari Kemenpora. Imam Nahrawi juga telah menyerahkan surat pengunduran dirinya sebagai Menpora RI kepada Jokowi. Hal ini dilakukannya karena kasusnya terkait dugaan suap dana hibah KONI.

Tidak lupa Imam juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran stafnya dan semua pihak yang selama ini telah bekerja sama dengan membantu dirinya selama menjabat sebagai Menpora kurang lebih lima tahun lamanya.