Sadis, Tidak Terima Istri Diperkosa Suami Potong Penis Pria yang Memerkosa Istrinya

Sadis, Tidak Terima Istri Diperkosa Suami Potong Penis Pria yang Memerkosa Istrinya – Seorang suami asal Ukraina melakukan pembalasan sangat mengerikan pada pemerkosa istrinya. Ia memotong kelamin lelaki lain yang merupakan pemerkosa istrinya. Peristiwa mengerikan ini terjadi di sebuah desa di wilayah Kharkiv, Ukraina timur.

Laporan polisi mengatakan pasangan itu menghabiskan waktu dengan teman-teman mereka di restoran setempat. Sekitar pukul 01.00 pagi istrinya pergi, di mana suaminya mengikuti sepuluh menit kemudian.

Tetapi ketika perempuan itu berjalan di dekat blok apartemennya, si pemerkosa berusia 25 tahun, Dmitry Ivchenko, menyerangnya dari belakang sambil membekap mulutnya lalu menyeret korban.

Ketika suami perempuan itu mencapai blok apartemen, ia mendengar suara dari semak-semak dan mengaku melihat Ivchenko mencekik tenggorokan korban sambil memerkosanya.

Melihat istrinya diperlakukan seperti itu lantas suami korban sangat marah dan kemudian menyerang si pemerkosa dan memukul kepalanya dengan kepalan tangan. Kemudian ia mengambil pisau tentara Swiss dan memotong penisnya.

Pelaku yang merupakan seorang pemuda yang berus 25 tahun harus menerima kenyataannya kemaluannya dipotong dan meraung kesakitan. Teriakan si pemerkosa membangunkan semua warga di wilayah setempat yang bergegas ke menuju tempat kejadian.

Ibu korban langsung melaporkan Ivchenko ke polisi sementara yang lain memanggil ambulans.

Sedangkan suami korban pemerkosaan menghindar dari keramaian, pria itu berjalan sejauh 13 km hingga sampai di desa tetangga. Di sana pria itu bertemu seorang kenalan dan minta diantar ke kantor polisi untuk selanjutnya menyerahkan diri dan memberikan keterangan lengkap terkiat insiden yang mengerikan tersebut.

Pengacara perempuan tersebut, Dmitry Spaskin mengatakan; “Suaminya kehilangan kemampuan untuk mengendalikan tindakannya. Dia tidak mengerti apa yang dia lakukan.”

Suaminya didakwa menyebabkan kerusakan tubuh dan berstatus sebagai tahanan rumah.

“Saya tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi pada saya pada saat itu,” kata suami perempuan itu, seperti dikutip Fox News, Jumat (18/10/2019), tanpa disebutkan namanya.

Para perempuan di desa itu mendukung suami yang memotong organ kemaluan si pemerkosa.

Sesuai dengan peraturan yang berlaku di pemerintahan setempat, jika suami korban pemerkosaan itu terbukti bersalah maka ia bisa menghadapi delapan tahun penjara. Sedangkan si pemerkosa Dmitry Ivchenko, menghadapi hingga lima tahun penjara jika terbukti bersalah.