Sebanyak 62 Jemaah Salat Jumat Menjadi Korban Ledakan di Masjid Afghanistan

Sebanyak 62 Jemaah Salat Jumat Menjadi Korban Ledakan di Masjid Afghanistan – Sebuah ledakan bom terjadi di dalam masjid Afghanistan pada Jumat (18/10/2019). Sedikitnya 62 orang tewas dalam sebuah ledakan. Ledakan pada insiden di masjid tersebut telah menghancurkan atap masjid, kata sejumlah saksi mata.

Masjid yang menjadi target ledakan itu terletak di Distrik Haska Mina, sekitar 50 kilometer dari ibu kota provinsi, Jalalabad.

Kejadian ini terjadi sehari setelah PBB mengatakan kekerasan di negara itu telah mencapai tingkat yang tidak dapat diterima.

Juru bicara gubernur provinsi, Attaullah Khogyani, mengatakan kepada BBC bahwa ledakan itu telah menewaskan 62 orang dan mencederai 36 lainnya yang merupakan jemaah yang sedang menunaikan ibadah salat Jumat.

Ia mengatakan belum jelas apakah ledakan itu dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri atau diledakkan dari jarak jauh.

Saksi mata mengatakan atap masjid telah runtuh setelah ledakan keras.
Sekitar 350 jemaah ada di dalam pada saat itu, kata penduduk setempat Omar Ghorzang kepada AFP.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, melalui juru bicara, mengatakan anak-anak turut menjadi korban dalam ledakan tersebut.

“Mereka yang terlibat atas serangan peledakan ini harus bertanggung jawab atas apa yang sudah terjadi,” kata jurubicara itu.

Sejauh ini belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan di masjid Afghanistan itu.

Tezab Khan, yang merupakan Perwira polisi setempat, menyebutkan dirinya mendengar suara khotbah Mullah namun “suaranya tiba-tiba dibungkam dengan ledakan”.

“Mendengar suara ledekan tersebut saya langsung datang ke tempat kejadian, saya melihat orang-orang mencoba mengeluarkan jenazah dan korban luka yang tertimpa atap masjid,” tambahnya.

Juru bicara Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan kepala badan PBB itu “sangat” mengutuk serangan tersebut, dan menambahkan “mereka yang melakukan serangan itu harus dimintai pertanggungjawaban.”

Sohrab Qaderi, seorang anggota dewan provinsi di Nangarhar, memperingatkan jumlah korban kemungkinan akan meningkat. Sebab proses evakuasi dan penyelamatan korban masih berlangsung.