Seorang Bocah Berumur 3 Tahun Tewas Jatuh ke Panci Makanan di Pesta

Seorang Bocah Berumur 3 Tahun Tewas Jatuh ke Panci Makanan di Pesta – Seorang bocah berumur tiga tahun dilaporkan tewas akibat luka bakar setelah terjatuh ke dalam panci besar berisi makanan pesta di Shabad, Telagana, India.

Liputan7id melaporkan, pada Sabtu (23/11), anak tersebut terjatuh disaat bermain di sekitar lokasi kejadian. Inspektur kepolisian daerah Shabad, G. Narsaiah, mengatakan bahwa bocah tersebut iseng membuka tutup panci besar berisi sup sayuran panas bernama sambhar yang sedang dimasak oleh keluarganya untuk perayaan pembukaan sebuah toko pada 18 November lalu.

Namun, tidak lama dari itu, dia terjatuh ke dalam panci dan langsung dilarikan ke rumah sakit setempat. Tetapi naas, nyawa bocah tersebut tidak dapat tertolong lagi. Bocah itu dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah yang dialaminya. Ayah korban telah membuat laporan kepada pihak berwajib, akan tetapi sampai saat ini belum ada tidak lanjut dari laporan tersebut.

Kasus seperti ini bukanlah yang pertama kali terjadi di India. Pada pekan lalu, terdapat insiden serupa yang dialami oleh seorang bocah berusia enam tahun. Bocah tersebut juga meninggal setelah terjatuh ke dalam panci berisi sup panas selebar 1,2 meter di sebuah sekolah dasar di Panyam, Kurnool, Andhra Pradesh. Bocah yang identitasnya diketahui bernama Behlapuram Reddy itu dilaporkan sedang bermain dan berlari bersama teman-temannya menuju ruang makan pada saat jam makan siang telah dimulai. Tetapi, mungkin ajal sudah menjemputnya, ia terjatuh ke dalam panci.

“Ketika anak tersebut sedang berlari, ia terjatuh ke dalam sebuah panci berisi sambhar. Namun, tidak ada karyawan ataupun pihak sekolah yang ada di lokasi pada saat kejadian. Beberapa karyawan setempat mengeluarkannya dan membawanya ke rumah sakit terdekat,” kara asisten sub-inspektur desa Panyam, R.M. Basha.

Reddy yang sudah mendapatkan penanganan medis untuk luka bakarnya di rumah sakit setempat kemudian dinyatakan meninggal dunia tidak lama setelahnya. Ayah korban diketahui telah mengajukan laporan ke kantor polisi setempat dan hingga saat ini penyelidikannya masih berjalan. Sampai saat ini, ada dua orang termasuk kepala sekolahnya telah diinvestigasi dan ditahan di pengadilan terkait insiden tersebut.