Serangan Kartel Narkoba di Meksiko Memakan Korban Jiwa

Serangan Kartel Narkoba di Meksiko Memakan Korban Jiwa – Seorang wanita bernama Rhonita tewas bersama empat orang anaknya, yakni dua bayi kembar berusia 6 bulan dan dua anak kecil berusia 8 dan 10 tahun, di perbatasan antara negara bagian Chihuahua dan Sonora, dekat perbatasan AS. Saat itu mereka tengah melintas di Rancho de la Mora, daerah yang terkenal rawan akan penyelundupan narkoba. Selama diperjalanan mobil Rhonita beriringan dengan dua mobil SUV lain. Dua mobil lainnya ditemukan dengan dua jasad wanita dan dua orang anak, penemuan itu tidak lama setelah mobil Rhonita ditemukan.

Dikabarkan ada total sembilan warga Amerika Serikat dilaporkan tewas dalam penembakan di utara Meksiko, Senin (4/11). Diantarnya ada enam anak-anak dan sisanya wanita dari komunitas Mormon Amerika. Seluruh korban tewas adalah warga AS yang tinggal di Sonora dan sebagian adalah kerabat keluarga LeBaron yang bermukim di Chihuahua. Komunitas Mormon itu tinggal di wilayah pegunungan dan hidup dengan cara bertani. Kejadian penyerangan seperti ini sudah sering dialami anggota komunitas Mormon Amerika. Seorang aktivis anti-kejahatan, Benjamin LeBaro dinyatakan tewas dalam serangan di wilayah tersebut pada tahun 2009. Benjamin merupakan saudara laki-laki dari Julian.

Komunitas Mormon Amerika di utara Meksiko banyak di antaranya yang memiliki kewarganegaraan ganda karena mereka dari keturunan Mormon yang meninggalkan AS pada abad ke-19. Komunitas Mormon merupakan sebuah komunitas religius dan sarat budaya dari New York.

Melihat kejadian ini Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak Meksiko ‘berperang’ dengan bantuan pihaknya terhadap kartel-kartel narkoba yang dipercaya telah menyerang kelompok Mormon di utara Meksiko dan menewaskan sembilan orang. Presiden Amerika itu mengatakan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador telah berperang dengan kartel narkoba. Namun kartel narkoba itu telah berubah menjadi sangat besar dan kuat hingga membutuhkan tentara untuk mengalahkan tentara.

“Dengan bantuan AS, Meksiko dapat berperang pada kartel narkoba dan memusahkannya dari muka bumi. Saat ini pihak Amerika Serikat hanya menunggu panggilan saja dari presiden baru Anda yang hebat!” kata Trump.