Sidang Kabinet Perdana di Pimpin Jokowi, Ma’aruf Amin Pakai Sarung

Sidang Kabinet Perdana di Pimpin Jokowi, Ma’aruf Amin Pakai Sarung – Presiden Joko Widodo memimpin sidang kabinet paripurna perdana Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Sidang perdana ini dihadiri sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju.

Hadir pula Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. Penampilan Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat menghadiri sidang kabinet paripurna perdana kembali menarik perhatian. Tiba di Istana Merdeka, Ma’ruf turun dari mobil golf dengan mengenakan jas hitam dibalut dengan syal putih. Ia juga terlihat memakai sarung biru gelap, lengkap dengan peci hitam.

Sementara, Presiden Jokowi mengenakan kemeja putih lengan panjang. Pakaian ini memang kerap dipakai Jokowi sejak menjadi orang nomor satu di Indonesia.

Sedangkan, para menteri Kabinet Indonesia Maju rata-rata mengenakan kemeja putih lengan panjang. Mereka yang mengenakan kemeja putih antara lain, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pariwisiata dan Ekonomi Kreatif Whisnutama Kusbandio.

Jokowi hari ini menggelar sidang kabinet bersama para menteri Kabinet Indonesia Maju. Pada pembukaan sidang kabinet paripurna Presiden Joko Widodo menegaskan kembali bahwa tidak ada visi misi menteri. Seluruh tujuan pekerjaan menteri mengacu pada visi misi Presiden dan Wakil Presiden.

“Perlu kita ketahui bersama bahwa tidak ada visi misi menteri, yang ada adalah visi misi presiden dan wakil presiden. Tolong dicatat karena dalam lima tahun lalu ada 1,2,3 menteri yang masih belum paham,” kata Jokowi membuka sidang paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

“Pada sidang paripurna hari ini, saya juga ingin menyampaikan beberapa hal yang harus kita ketahui bersama terutama yang akan kita kerjakan, kerja-kerja besar yang akan kita lakukan dalam 5 tahun ke depan,” sambungnya.

Selain itu dalam rapat perdana Kabinet Indonesia Maju, Presiden Jokowi mengarahkan para menteri dan pejabat setingkat menteri untuk bekerja sama dalam satu tim. Dia menjelaskan dibutuhkan kerja sama yang erat dalam menyukseskan pembangunan Indonesia ke depan.

“Kerja kita adalah kerja tim, bukan kerja menteri per menteri, bukan kerja sektoral,” kata Presiden.