Tersangka yang Terkait Teroris di Medan Melakukan Pelatihan di Lokasi Wisata Karo

Tersangka yang Terkait Teroris di Medan melakukan Pelatihan di Lokasi Wisata Karo – Polisi Sumatera Utara telah mengungkapkan bahwa Karo, sebuah kabupaten di Sumatera Utara yang terkenal sebagai tujuan wisata, adalah tempat pelatihan bagi tersangka teroris yang merencanakan pemboman bunuh diri baru-baru ini di markas polisi Medan.

Polisi menemukan bahwa pelaku bom bunuh diri itu berafiliasi dengan kelompok teror yang dikaitkan dengan negara Islam Jamaah Ansharut Daulah (JAD), dan pihak berwenang juga menemukan bahwa serangan itu sudah direncanakan dan bahwa para tersangka telah menjalani pelatihan sebelumnya.

Pada hari Senin, polisi telah menetapkan 23 orang tersangka karena berperan dalam pemboman bunuh diri di markas besar Kepolisian Medan, yang melukai enam orang, termasuk empat petugas polisi, satu staf tidak tetap dan satu warga sipil.

Kepala Kepolisian Sumatera Utara Insp. Jenderal Agus Andrianto mengatakan bahwa mereka telah menemukan bahwa para tersangka teroris telah menjalani pelatihan di Karo yang melengkapi mereka dengan kemampuan, antara lain, melancarkan serangan terhadap target apa pun, karena polisi mencurigai bahwa kelompok itu mungkin mencoba melakukan serangan teror di negara lain. tempat

“[Sasaran] bisa menjadi tempat ibadah serta fasilitas umum dan pemerintah. [Serangan] adalah trik mereka untuk menyatakan keberadaan mereka, ”kata Agus, Senin.

Dia menambahkan para tersangka teroris juga telah menyiapkan beberapa senjata seperti senjata api, alat peledak dan senjata tajam yang dapat digunakan untuk menyerang target lainnya. Polisi telah menyita senjata sebagai bukti dalam kasus ini.

Karo, dengan pemandian air panas di kawasan wisata kota Berastagi dan perkebunan kopi, adalah salah satu situs wisata favorit provinsi. Berastagi sendiri terkenal dengan dua gunung berapi aktifnya, yaitu Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung.

Juru bicara Kepolisian Nasional Brigjen. Jenderal Dedi Prasetyo membenarkan bahwa penyerang Rabbial Muslim Nasution dan seorang wanita, yang diidentifikasi hanya sebagai DA, telah berpartisipasi dalam pelatihan di Gunung Sibayak Karo dan bahwa mereka telah menjadi anggota JAD.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa di antara 23 tersangka yang disebutkan setelah serangan itu, 20, termasuk DA, telah ditahan untuk diinterogasi, sementara dua orang yang diduga sebagai perakit bom bunuh diri ditembak mati dalam baku tembak dengan personil polisi. Rabbial sendiri tewas dalam ledakan itu.

Bom bunuh diri terjadi sekitar pukul 8:45 pada hari Rabu. Setelah serangan itu, pasukan kontraterorisme Densus 88 polisi juga telah menangkap empat tersangka teroris lainnya di Banten, tiga di Jakarta, sembilan di Jawa Tengah, enam di Jawa Barat dan satu di Kalimantan Timur pada hari Senin, kantor berita Antara melaporkan.